Anggota Komisi II DPR RI Cornelis kembali mengingatkan agar penyelenggara Pemilu disiplin dan penerapan protokol kesehatan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
 
"Jangan abaikan protokol kesehatan, jangan sampai ada klaster COVID-19 baru pada pilkada serentak," kata Cornelis, kepada ANTARA, di Putussibau Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis.
 
Disampaikan Cornelis, secara keseluruhan persiapan pilkada di sejumlah daerah terutama di tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Barat sudah cukup baik.
 
 
Namun, yang perlu di perhatikan kata Cornelis, komitmen semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan pada hari pencoblosan 9 Desember 2020.
 
"Penerapan protokol kesehatan itu syarat mutlak sesuai aturan dalam pelaksanaan pilkada, jadi penyelenggara pemilu jangan mengabaikan dan melanggar ketentuan, sebagai upaya kita bersama mengantisipasi sebaran COVID-19," kata Cornelis.
 
Kader Partai PDI Perjuangan itu, juga meminta kepada Satgas COVID-19 melakukan pengawasan dalam disiplin protokol kesehatan pada pilkada serentak.
 
Menurut dia, petugas penyelenggara juga wajib menjalani rapid test, jika ada yang hasilnya reaktif wajib menjalani isolasi segera lakukan swab tes, kemudian jika terpapar COVID-19 petugas tersebut harus segera digantikan oleh yang lain.
 
"Itu harus benar-benar menjadi perhatian penyelenggara pemilu, jangan sampai ada klaster baru COVID-19 pada pilkada serentak," tegas Cornelis.
 
Meski pun demikian, Cornelis juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilih untuk tidak ragu datang ke Tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilih di bilik suara pada 9 Desember 2020.
 
"Masyarakat jangan ragu ke TPS karena di TPS sudah di siapkan standar protokol kesehatan, seperti tempat mencuci tangan, masker termasuk sarung tangan untuk masyarakat, itu sudah tertuang dalam peraturan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi COVID-19, ingat jangan Golput," pesan Cornelis.
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020