Dua atlet lari jarak jauh, Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan persiapan dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada Oktober 2021, salah satunya dengan menambah jadwal latihan sekaligus menjajal medan di pesisir pantai utara Kalbar.

"Setelah menaklukkan rute perbukitan di Kabupaten Sanggau akhir pekan lalu, Musa dan Irmansyah dijadwalkan untuk menjajal rute pesisir utara Kalbar atau tepatnya Kota Singkawang-Pemangkat," kata pelatih cabang olahraga atletik Kalbar Ahlil Hair Abdullah di Pontianak, Kamis.

Menurut dia, rute pantai utara itu dipilih demi mempersiapkan atlet menghadapi kondisi alam dan geografis Papua yang memiliki angin kencang serta jalan yang bergelombang. 

"Tanggal 21 Agustus 2021, kami berencana 'long run' 70 menit menyusuri jalur pantai dengan rintangan angin pantai, untuk menyusuaikan daerah Mimika Papua yang merupakan daerah pantai, Jadi kalau anginnya kencang sewaktu pertandingan, secara mental kita sudah pernah menjajalnya," ujar Ahlil.

Sebelumnya, kedua atlet lari jarak jauh Kalbar, yakni Musa dan Irmansyah menjalani latihan di jalur Sabang Merah di Kabupaten Sanggau pada 6-8 Agustus 2021.

Sementara itu, Sekretaris KONI Kalbar Erwin Anwar menuturkan pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, terutama terkait sejumlah aturan yang diterbitkan oleh Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua XX agar seluruh peserta terhindar dari COVID-19, di antaranya seluruh kontingan dan atlet wajib melakukan vaksinasi, menunjukkan hasil tes usap negatif dan menerapkan pembatasan gerak di tempat akomodasi, mulai dari bandara sampai penginapan atau hotel.

Ia pun menambahkan jika ada atlet yang melakukan kontak fisik, maka harus melakukan tes usap (swab) antigen terlebih dahulu sebelum bertanding. 

"Untuk vaksin sudah semuanya, kemudian tes usap seluruh kontingen akan kami lakukan dua hari sebelum keberangkatan, dan kami juga nantinya akan membawa alat tes sendiri," tutur Erwin.

Selain itu, ia mengungkapkan regulasi lainnya, yakni seluruh atlet juga wajib melakukan tes usap berkala setiap tiga hari yang bertujuan mencegah penularan COVID-19. 

"Regulasi itu juga menjadi bagian dari antisipasi KONI Kalbar agar jangan sampai berpengaruh terhadap prestasi atlet, apalagi yang berpeluang meraih medali," pungkas Erwin.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021