Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalbar,  Brigjen Pol Rudi Tranggono kunjungan kerja ke Ketapang dan di antara kegiatannya bersama rombongan yakni meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 Puskesmas Sukabangun dan Mulia Baru. 

"Kita melihat data yang ada saat rapat terbatas dengan Wakil Presiden pelaksanaan vaksinasi di Ketapang masih cukup rendah dan di tingkat provinsi di urutan ke sebelas," ujarnya saat  di Ketapang, Rabu.

Saat melakukan peninjauan Kabinda didampingi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, Martin Rantan dan Farhan serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang dan stakeholder lainnya. Di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang. 

"Tujuan kunjungan ini untuk mendorong percepatan capaian vaksinasi COVID-19 di daerah-daerah. Di beberapa kabupaten dan kota di Kalbar juga kita lakukan hal sama," ungkapnya. 

Kabinda berharap di semua wilayah Kalbar termasuk Ketapang capaian vaksinasi sudah 70 persen dari jumlah sasaran pada akhir Desember 2021. 

"Kalau kita kejar terus pelaksanaan vaksinasi ini mudah-mudahan target 70 persen itu bisa tercapai. Tentu semuanya perlu evaluasi dan kita berikan masuk-masukkan untuk percepatan vaksinasi," ujarnya. 

Ia menjelaskan jika sudah 70 persen maka sesuai standar World Health Organization (WHO) dan menjadi Herd Immunity atau kekebalan kelompok. 

"Karena kita akan menghadapi pandemi yang ketiga dan jika Herd Immunity belum tercapai. Maka akan kembali menjadi beban pemerintah terutama di daerah. Lantaran daerah sudah duitnya sedikit kalau ada kena COVID-19 satu orang saja biayanya cukup besar. Makanya BIN Daerah juga bekerjasama dengan berbagai pihak melaksanakan vaksinasi. Kalau kita ramai-ramai melaksanakan vaksinasi mudah-mudahan Desember target tercapai, minimal bisa mendekati 70 persen," harapnya. 

Ia mengungkapkan terhadap kendala yang dihadapi di daerah termasuk Ketapang beberapa bulan lalu yakni stok vaksin. 

"Tapi sekarang vaksin sudah cukup, tinggal pelaksanaan vaksinasi saja. Pelayanan vaksinasi ke depan harus lebih cepat lagi, jadi perlu terus evaluasi dan perbaikan," sarannya.

Pewarta: Dedi/Bandi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021