Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu menyatakan hingga saat ini masih terdapat sembilan kecamatan yang masih dilanda banjir, dua kecamatan diantaranya yaitu Selimbau dan Batang Lupar tinggi air banjir  mengalami peningkatan.

“Banjir di Kapuas Hulu ini masih melanda daerah pesisir Sungai Kapuas dan di sekitar kawasan Danau Sentarum, untuk Selimbau dan Batang Lupar tinggi air masih naik,” kata Kepala BPBD Kapuas Hulu Gunawan, di Putussibau Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Selasa.

Disampaikan Gunawan, berdasarkan data terbaru BPBD Kapuas Hulu pukul 20.30 WIB, Selasa (23/11), banjir di Kecamatan Badau (Pulau Majang), Silat Hilir dan Semitau masih bertahan dengan dalaman rata-rata satu hingga dua meter lebih dari permukaan tanah.

Kemudian, banjir di Kecamatan Jongkong, Suhaid, Embaloh Hilir dan Bunut Hilir berangsur surut dua hingga 20 centimeter, sedangkan di Kecamatan Selimbau dan Batang Lupar tinggi air banjir masih naik.

 
Kondisi banjir di Kecamatan Jongkong wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. ANTAR/ Timotius



“Terpantau di lapangan Kecamatan Selimbau dan Batang Lupar kedalaman air meningkat dua hingga lima centimeter,” jelas Gunawan.

Gunawan mengaku sudah menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk menyiapkan pengungsian bagi masyarakat terdampak banjir.

“Kami sudah minta camat dan kepala desa menyiapkan tempat pengungsian,” kata dia.

Dikatakan Gunawan, akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kapuas Hulu sejak dua pekan terakhir jumlah korban banjir 13.765 kepala keluarga dengan 42.966 jiwa.

“Saat ini bantuan untuk korban banjir sedang dan sudah disalurkan bagi warga terdampak banjir,” jelasnya, saya mengimbau masyarakat tetap harus waspada terhadap bencana banjir,” katanya.

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021