Seorang nelayan bernama Aleh (60) yang hilang di Sungai Lubuk Batu Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara   akhirnya ditemukan  dalam keadaan tidak bernyawa  pada pencarian di hari ke tiga oleh tim gabungan.

"Jam 06:00 WIB  pagi, tim SAR gabungan kembali melaksanakan Operasi SAR Sesuai dengan rencana operasi, H.3. Dan sekitar  Jam 06:20 wib  Korban bernama Aleh atau Lakis  berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jaraknya 250 meter  arah hilir dari LKK. Selanjutnya, Korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga,"kata Danpos Basarnas Kayong Utara, Akhiar saat menyampaikan rilis dari Basarnas Pontianak, Jumat.

Tim gabungan  yang ikut  yaitu tim Rescue Kansar Pontianak 5 orang,  SAR Shabara Polda Kalbar 3 orang, tin Damkar Borneo Kalbar 3 orang,  Polsek Simpang Hilir 3 orang, Koramil Simpang Hilir 2 orang, petugas  Puskesmas Simpang Hilir 2 orang, aparat Desa Lubuk Batu 2 orang, Masyarakat setempat dan Keluarga Korban 18 orang,   petugas dari Angkatan Laut dan Polairud Simpang Hilir.

"Jam 06:45 WIB Operasi SAR Dinyatakan selesai, SMC mengusulkan Penutupan Operasi SAR seluruh Unsur yang terlibat dikembalikan ke Kesatuannya Masing - masing," kata dia.

Peralatan yang dibawa saat operasi  pencarian tersebut seperti 1 Set Rubber Boat,  APD Water Rescue, APD Covid 19, perlengkapan navigasi, Komunikasi, perlengkapan medis dan peralatan selam.

Tim SAR Pontianak telah melakukan pencarian Aleh   yang hilang saat mencari ikan sendirian di Sungai Lubuk Batu Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara pada Rabu, (26/08).

Menurut keterangan yang ada, korban menggunakan sampan berangkat mencari ikan ke sungai seorang diri namun hingga sore hari  tidak kunjung   pulang  ke rumah.

Pewarta: Rizal Komarudin

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022