Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat, Sebastianus Darwis mengatakan pada 2022 pihaknya menerima bantuan program listrik dari Kementerian ESDM di lima desa.

"Kami sangat bersyukur pada 2022 ini Kabupaten Bengkayang mendapat jatah listrik desa dari Kementerian ESDM melalui pokok pikiran Komisi VII DPR. Tahun ini kita dapat untuk aliran listrik di lima desa dan semoga tahun depan kita dapat lagi," ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Kalbar, Jumat.

Ia menjelaskan untuk saat ini, setidaknya ada 16 desa di Kabupaten Bengkayang, yang tercatat belum mendapat aliran listrik.

Terkait hal itu, dirinya memastikan proposal dan program kembali diusulkan kepada Kementerian ESDM maupun DPR untuk membantu daerah di Kabupaten Bengkayang yang belum teraliri listrik tersebut.

"Targetnya pada 2023 listrik sudah merata. Namun, apabila melihat kondisi, mungkin 2024 baru bisa terealisasi," ucapnya.

Ia terus berharap kepada pemerintah pusat untuk terus memberikan bantuan ke daerah baik untuk wilayah perbatasan, pulau-pulau, hingga pegunungan. Hal itu karena wilayah Bengkayang mencakup itu semua.

"Kita harap dua tahun ke depan Bengkayang bisa terus dapat jatah listrik desa untuk program aliran listrik ini. Mengingat saat ini ada 16 desa yang masih belum merasakan aliran listrik," tuturnya.

Di sisi lain, dia meminta masyarakat memanfaatkan berbagai sumber energi termasuk energi terbarukan, seperti air dan surya untuk mendapatkan listrik.

"Untuk pemanfaatan energi terbarukan itu sudah kita usulkan dan dalam hal ini kita sudah bekerja sama dan mengkaji bersama LKPN Untan untuk menggali potensi yang ada di Bengkayang, terutama yang bisa dikategorikan energi terbarukan," jelas dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022