Kondisi anggota Satpol PP Jakarta Timur bernama Norman yang menjadi korban penusukan yang dilakukan  seorang pemulung di Jalan Pertengahan, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo berangsur-angsur membaik.

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan kondisi korban telah menunjukkan perkembangan yang baik meski masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo.

"Dirawat inap agar yang bersangkutan bisa istirahat dan cepat sembuh. Kondisinya relatif aman, tak mengkhawatirkan karena luka di tangan dan punggung," kata Mujiono di Jakarta, Jumat.

Mujiono menambahkan  korban mengalami luka tusuk pada bagian tangan dan punggung ketika hendak menegur pemulung tersebut.

"Pemulung atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tersebut  belum pernah meresahkan warga di sekitar Kelurahan Cijantung," ujar Mujiono.

Sebelumnya, Seorang personel Satpol PP Jakarta Timur bernama Norman menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh seorang PMKS di Jalan Pertengahan, Pasar Rebo, pada Kamis sekitar pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Polisi libatkan Densus 88 Antiteror ungkap penusukan Syekh Ali Jaber

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan kronologi penusukan itu berawal saat anggotanya melihat ada seorang pemulung sedang duduk di pinggir jalan dengan membawa pisau yang terselip di pinggangnya.

"Saksi dan korban turun dari motor lalu menghampiri pelaku dan menegur untuk tidak duduk pinggir jalan di atas saluran air (drainase). Tiba-tiba pelaku langsung berdiri dan marah meminta korban dan saksi untuk pergi dari lokasi," kata Budhy Novian di Jakarta, Kamis (15/12).

Saat korban kembali mendekati dan mengingatkan pelaku tersebut lalu tiba-tiba pelaku berdiri dan mengeluarkan pisau yang berada di pinggang sebelah kanan sambil mengayunkannya.

Selanjutnya, korban yang berusaha membela diri mengambil balok kayu dan berusaha menjatuhkan pisau yang dibawa oleh pelaku.

Namun karena usaha korban itu tidak berhasil, kemudian ia bersama saksi langsung menangkap pelaku dengan memegangi leher pelaku.

Selanjutnya, pihak Kepolisian dibantu Satpol PP dan warga berhasil mengamankan pelaku di pertigaan Jalan H Hasan, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, dan selanjutnya di bawa ke Makopolsek Pasar Rebo untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Mahfud: Penusuk Ali Jaber gila atau tidak tetap ke pengadilan
 

Malam takbiran di Kabupaten Sekadau dihebohkan peristiwa penusukan yang dialami seorang wanita dan anaknya, di sebuah toko Meubel sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu  (12/5).

Akibat penusukan tersebut, seorang wanita NV (37) mengalami luka di leher, perut dan tangan, dan VN (13) menderita luka tusuk di bagian perut sebelah kanan.

"Kasus ini sedang dalam proses penyidikan kepolisian. Perbuatan pelaku didasari rasa sakit hati karena pelaku diminta untuk tidak bekerja lagi sebagai karyawan di toko meubel tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Anuar Syarifudin, Kamis (13/5).

Kasat Reskrim mengatakan, pelaku berinisial MW (21) yang sudah 7 tahun bekerja lantas mendatangi toko yang juga kediaman korban untuk berbicara dan menanyakan kepastian apakah masih bisa bekerja atau tidak. Baca selengkapnya: Ibu dan anak ditusuk mantan karyawan di Sekadau

Pewarta: Yogi Rachman

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022