Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Kalimantan Barat, BPBD, BPN, dan Pemkab Mempawah melakukan verifikasi terhadap dampak bencana angin puting beliung di Desa Semudun dalam rangka penanganan bencana.

"Secara bersama turun ke lapangan mendata dan verifikasi dampak bencana angin puting beliung yang terjadi Senin (7/8) kemarin," ujar Ketua Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar Daniel di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa dari verifikasi di lapangan rumah terdampak kategori rusak ringan ada 86 unit, tempat ibadah berupa masjid 1 buah, dan tidak ada korban jiwa dan atau luka.

Menurut dia, atas kejadian tersebut warga yang terdampak ada yang harus mengungsi di gedung serbaguna Semudun dan saat ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Dengan demikian, dapur umum yang dibuka sejak Senin (7/8) sore sudah ditutup.

"Saat ini bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Mempawah dan masyarakat telah disalurkan kepada warga yang terdampak bencana," katanya.

Dalam kejadian bencana tersebut, kata dia, terdapat rumah warga yang atapnya terlepas, kemudian tiang listrik, pepohonan dan lainnya tumbang.

Menurut dia, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda akan terjadi angin puting beliung misalnya awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat.

Kemudian ranting pohon dan dedaunan bergoyang cepat karena tertiup angin kencang.

"Secara teori durasi fase pembentukan awan berlangsung paling lama satu jam. Mari kenali tanda terjadi angin puting beliung dan lakukan langkah keselamatan, " katanya.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023