Platform niaga elektronik Shopee resmi menghentikan penjualan produk dari penjual asal luar negeri atau cross border sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik

Head of Public Policy Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengatakan bahwa pihaknya selalu lakukan penyesuaian terhadap peraturan pemerintah Indonesia.

"Dapat kami sampaikan bahwa produk yang dijual secara cross border di Shopee bukanlah produk yang bersaing langsung dengan produk UMKM. Karena kami sudah menutup 14 kategori produk cross border yang bersaing dengan produk UMKM sesuai dengan arahan Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2021 lalu," ujar Radityo melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Penutupan produk dari luar negeri ini berlaku mulai Rabu (4/10) pada pukul 22.00 WIB. Saat ini, transaksi cross border di Shopee tercatat kurang dari 1 persen.

Selain itu, mekanisme cross border yang dilakukan juga sudah sesuai dengan proses dalam peraturan perundangan yang berlaku seperti perpajakan.

Radityo menjelaskan, selama ini, cross border yang dilakukan Shopee Indonesia bertujuan agar produk lokal juga memiliki peluang yang sama dan kesempatan yang sama untuk bisa mengakses pasar ekspor secara langsung.

Saat ini sudah ada lebih dari 20 juta produk UMKM lokal yang tersedia di pasar lintas batas di kawasan ASEAN, Asia Timur dan Amerika Latin.

"Kami akan berusaha meski ditutupnya penjual cross border di Indonesia, tidak mempengaruhi kegiatan ekspor produk Indonesia yang sudah berjalan saat ini," kata Radityo.

Shopee terus berkomitmen untuk mengembangkan produk lokal tidak hanya di pasar dalam negeri tapi hingga pasar di luar negeri. Salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan di 10 Kampus UMKM Shopee yang tersebar di Indonesia.

Permendag 31/2023 merupakan revisi dari Permendag 50/2020 yang mengatur tentang perdagangan niaga elektronik. Dalam peraturan baru ini, disebutkan tentang penetapan harga minimum sebesar 100 dolar AS per unit untuk barang jadi asal luar negeri yang langsung dijual oleh pedagang (merchant) ke Indonesia melalui platform e-commerce lintas negara.

Selain itu, disediakan juga Positive List, yaitu daftar barang asal luar negeri yang diperbolehkan cross border "langsung" masuk ke Indonesia melalui platform perdagangan elektronik.

 Aktor sekaligus pembawa acara Raffi Ahmad yang dikenal dengan julukan Sultan Andara, mengaku ingin membuat rekor baru penjualan di Shopee Live, setelah tahu bahwa rekornya tersaingi.

Sebagai sosok pekerja keras yang selalu berusaha memberikan yang terbaik, Raffi selalu berhasil mencetak capaian baru dalam karirnya, baik sebagai host televisi, bisnis kulinernya, sampai yang terakhir terbukti bisa menjadi juara di pertandingan olahraga tenis.

Artis multitalenta ini tidak mau tinggal diam, tantangan-tantangan yang dihadapi selalu ia jadikan motivasi agar lebih bersemangat dan terus menghadirkan sebuah dobrakan baru.

Kini, Raffi Ahmad kembali memberikan kabar heboh! Melalui akun media sosialnya, Raffi memposting video yang memperlihatkan bahwa ia tidak terima dengan rekornya yang terkalahkan kemarin.

“GASWAT! GASWAT!! Rekor aku terkalahkan nih guys?!!! Parah nih parah! Aku nggak bisa tinggal diam aja nih. Aku akan buktikan kalau akulah juaranya! Dan malam ini, aku akan pecahkan rekor lagi, yang lain pasti lewat. Ingat ya, guys, malam ini aku akan Live di Shopee Live jam 8 Malam. Semua Diskonnya 50% di Shopee Live, ini Paling Murah di Shopee! Ayok gaes ayok, jangan lupa ya malam ini jam 8 Malam di Shopee Live. TOP MANTAP IS THE BEST!” kata Raffi Ahmad dari unggahan video di akun Instagram @raffinagita1717 pada Selasa, 7 Agustus pagi hari ini.Baca berita selengkapnya: Raffi Ahmad ingin membuat rekor baru penjualan di Shopee Live
 

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023