Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kondisi bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) masih tergolong relatif bila dibandingkan dengan yang terjadi di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
"Kalau saya lihat petanya Sumbar, sekali lagi saya tidak menepikan Sumbar dan tidak mengecilkan bencana di sini tidak, tapi dibandingkan dua daerah lain, saya lihat provinsi lain, sumbar relatif dibandingkan dua ya, itu tidak seburuk yang dua lainnya," kata Mendagri Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa
Hal tersebut disampaikan Mendagri Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan koordinasi bersama Kepala BNPB, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, gubernur serta bupati dan walikota di Sumbar.
Baca juga: TNI-warga gotong royong kebut pembangun jembatan di Sumut dan Sumbar
Baca juga: TNI AD rampungkan pembangunan jembatan darurat di Kabupaten Aceh Utara
Tito mengatakan berdasarkan hasil Zoom meeting bersama gubernur provinsi yang terdampak bencana, kondisi di Ranah Minang masih tergolong relatif. Sebab, dari 16 kabupaten dan kota yang terkena bencana hampir semuanya masuk kategori hijau.
"Hampir semuanya hijau, tapi ini yang mau saya pastikan terutama Kabupaten Tanah Datar," kata Mendagri Tito Karnavian.
Dalam rapat koordinasi itu, Mendagri mendapatkan paparan bahwa kondisi pemerintahan masih berjalan lancar. Namun sejumlah nagari atau desa memang masih dalam tahap penanganan salah satunya di daerah Malalo, Kabupaten Tanah Datar.
Sebagai gambaran, lanjut dia, kondisi bencana di Kabupaten Aceh Besar hingga kini belum berjalan lancar. Semua kantor dinas pemerintahan masih tutup karena material banjir bandang terutama lumpur.
Sementara khusus di Ranah Minang, semua layanan kesehatan, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah kembali beroperasi. Hanya saja, beberapa puskesmas hingga kini masih ada yang terkendala akibat terdampak banjir. Kondisi itu terjadi di Kabupaten Pasaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam.
"Kemudian ada juga klinik di Kota Padang yang katanya belum jalan," ujar Mendagri Tito Karnavian.
Baca juga: Ekonom menilai bantuan tunai penting dalam tanggap darurat bencana
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026