Pemerintah Kota Singkawang meminta pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di Jalan Tani, Kecamatan Singkawang Barat, memperkuat ketersediaan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi warga, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi di daerah itu.

 

Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan, penambahan SPBU merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi, terutama di kawasan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan pergerakan masyarakat yang semakin tinggi.

“Penambahan SPBU menjadi kebutuhan seiring meningkatnya pergerakan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Singkawang. Kehadiran SPBU ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi bahan bakar serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dwi Yanti saat meresmikan SPBU DODO 64.791.24 milik PT Bintang Jasa Transkal, Selasa.

Dia menegaskan, Pemkot Singkawang berkomitmen mendukung iklim investasi yang taat regulasi dan berorientasi pada pelayanan publik, termasuk melalui percepatan perizinan usaha tanpa mengurangi pengawasan standar pelayanan dan keselamatan.

“Masuknya investasi seperti ini menunjukkan kepercayaan terhadap Singkawang. Tugas kami memastikan proses perizinan berjalan cepat dan pengawasannya tetap optimal,” ujarnya.

Ia juga meminta pengelola SPBU menjaga kualitas layanan, keselamatan operasional, serta menjalankan kegiatan usaha sesuai standar Pertamina dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sales Branch Manager Kalbar 1 Fuel Pertamina Irsan Firdaus Gisani mengatakan, SPBU dengan skema Dealer Owner Dealer Operate (DODO) tersebut saat ini melayani penjualan BBM non-subsidi, seperti Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Ia menjelaskan, penyaluran BBM bersubsidi masih menunggu kelengkapan administrasi berupa surat rekomendasi kelayakan dari Pemerintah Kota Singkawang kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Setelah ada rekomendasi dari Pemda kepada BPH Migas, barulah SPBU ini dapat menyalurkan BBM bersubsidi,” kata Irsan.

Menurut dia, penyaluran BBM subsidi ditargetkan dapat dimulai pada akhir triwulan II 2026, dengan kesiapan infrastruktur SPBU yang telah disesuaikan standar yang ditetapkan Pertamina.

Pemilik SPBU PT Bintang Jasa Transkal Joni mengatakan, keberadaan SPBU tersebut tidak hanya memperkuat layanan energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama dari sisi kesempatan kerja.

“Seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat Kota Singkawang. Kami ingin kehadiran SPBU ini memberikan dampak langsung bagi warga sekitar, baik dari sisi pelayanan BBM maupun kesempatan kerja,” kata Joni.

Pewarta: Narwati

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026