Singkawang (ANTARA) - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO), terutama yang menyasar anak muda usia produktif melalui tawaran kerja bergaji tinggi ke luar negeri.
Hal itu disampaikan Tjhai Chui Mie saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Singkawang Tahun 2027 di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah, Rabu.
Ia menilai pencegahan TPPO harus dimulai dari penguatan pendidikan dan pengawasan sosial di lingkungan tempat tinggal, termasuk memastikan anak usia sekolah tidak mengalami putus sekolah.
“Urgensinya apa, biar tidak mudah kena tipu. Kalau pendidikannya sudah baik setidaknya tidak akan tergiur tiba-tiba diajak kerja ke luar negeri yang kerjanya tidak tahu kerja apa, tiba-tiba jadi korban perdagangan manusia,” katanya.
Tjhai Chui Mie menyebut pihaknya tidak ingin warga Singkawang terus menjadi korban modus perekrutan kerja ilegal yang berujung eksploitasi.
“Ditawari gaji tinggi ke Vietnam atau Kamboja, tahu-tahunya kerja judi online. Parah-parah pulang dalam keadaan meninggal akibat alami kekerasan di negara orang,” ujarnya.
Dalam forum musrenbang tersebut, ia meminta tokoh masyarakat maupun warga segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mengetahui ada anak usia sekolah yang putus sekolah, agar bisa segera ditangani.
Selain isu perlindungan masyarakat, Tjhai Chui Mie juga meminta warga menyampaikan persoalan paling mendesak di wilayah masing-masing, terutama terkait infrastruktur, untuk menjadi dasar prioritas pembangunan.
“Kita pilih yang paling parah akan kita kerjakan paling awal, karena tidak semua dapat kita akomodir sebab dana yang terbatas,” katanya.
Ia mengungkapkan keterbatasan anggaran daerah tahun ini semakin berat karena adanya pemotongan transfer dari pemerintah pusat.
“Tahun ini kita kena potong dari pusat sebesar Rp198 miliar totalnya,” ujarnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, ia menyatakan Pemkot Singkawang terus mengupayakan sumber pendanaan alternatif, termasuk mengirim proposal pembangunan ke kementerian/lembaga serta mengajukan dukungan program melalui CSR.
“Saya bersama kadis terus mengirim proposal ke kementerian-kementerian, begitu juga dengan CSR kita juga ajukan,” katanya.
Ia menegaskan arah pembangunan Kota Singkawang tidak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan daerah.
“Kita tidak hanya secara infrastruktur, tetapi tentang sumber daya manusianya juga akan kita bangun,” ujar Tjhai Chui Mie.
