Ada yang berbeda di sirkuit Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada 9–10 Mei 2026. Bukan sekadar deru mesin atau panas aspal yang menyengat. Tapi ada denyut semangat dari empat pebalap muda Indonesia yang membalap bukan hanya untuk kemenangan, tapi untuk membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian adalah bahan bakar sejati seorang juara.

Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali mencatatkan sejarah manis. Di tengah persaingan sengit Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026, para pebalap binaan Honda ini pulang membawa hasil membanggakan—terutama Rheza Danica Ahrens, yang berhasil naik podium kedua di race pertama kelas Asia Production (AP) 250.

 

Ketika Rheza Memimpin dari Mimpi

Memulai balapan dari posisi kelima bukanlah awal yang mudah. Namun Rheza, pebalap asal Yogyakarta ini, menunjukkan bahwa posisi start hanyalah angka. Begitu lampu merah padam, ia melesat agresif dengan CBR250RR-nya dan langsung memimpin balapan sejak lap pertama. Selama 10 lap, ia bertarung di grup terdepan dengan ketenangan yang hanya dimiliki oleh mereka yang lahir untuk balap. Hasilnya: podium kedua untuk Indonesia.

"Pekan ini jadi pengalaman berharga buat saya. Meski tak dapat podium di race kedua, saya dapat poin penting. Di Motegi nanti, saya akan lebih kuat dan incar kemenangan!" ujar Rheza penuh tekad.

Sementara  di Kelas Supersports (SS) 600 menyuguhkan drama lain. Herjun Atna Firdaus tampil agresif dari posisi start ketujuh, nyaris merebut podium di race pertama dengan finis keempat. Sayang, di race kedua, insiden terjatuh pada lap keempat memupus harapannya. Namun ia bangkit dengan kepala tega karena dalam balap, jatuh bukanlah kekalahan, melainkan pelajaran untuk melesat lebih cepat.

Rekannya, Fadillah Arbi Aditama, tetap garang meski dalam kondisi fisik tak prima akibat insiden di kualifikasi. Ia finish di posisi ketujuh dan kedelapan—bukan angka sempurna, tapi bukti bahwa pantang menyerah adalah kemenangan sejati.

Di kelas tertinggi Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra menjalani musim debutnya dengan CBR1000RR-R. Usia 22 tahun, seorang pemuda dari Magetan, Jawa Timur, berani melawan para pembalap kawakan Asia. Race pertama finis kesembilan, race kedua ketujuh. Angka yang terus membaik.

“Saya hampir kehilangan kendali ban depan saat menikung. Itu cukup mengganggu fokus mental. Tapi saya percaya ini bagian dari proses belajar. Selangkah demi selangkah, saya akan lebih kuat di Motegi,” ujar Adenanta dengan mata berbinar.

 

Prestasi Ini untuk Indonesia

General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor,Andy Wijaya  menyampaikan apresiasi penuh atas prestasi pembalab kebanggaan Indonesia.

“Kami sangat bangga. Anak-anak AHRT menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan menghasilkan pebalap yang tak hanya cepat, tapi juga tangguh mental. Semoga prestasi terus meningkat dan nama Indonesia semakin harum di kancah internasional," kata dia.

Hasil seri Buriram ini bukanlah akhir. Justru menjadi modal penting menuju putaran ketiga ARRC 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, pada 12–14 Juni 2026. Para pebalap muda Indonesia telah membuktikan satu hal: kemenangan sejati bukan hanya tentang podium, tapi tentang keberanian untuk terus melesat meski terjatuh, dan tentang tekad untuk mengharumkan nama bangsa di setiap tikungan sirkuit dunia.
 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026