Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mendesak pemerintah memperkuat langkah diplomasi untuk membebaskan relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat menjalankan misi bantuan menuju Gaza.
“Secara prinsip saya sangat menolak keras dan prihatin atas berlanjutnya kejahatan kemanusiaan Israel dan pasukan Zionisnya yang kembali menangkapi atau menculik ratusan aktivis sipil yang tidak membawa senjata, tapi bantuan kemanusiaan,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Desakan itu disampaikan HNW saat menerima perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, menyusul penahanan ratusan aktivis sipil internasional, termasuk empat jurnalis dan satu relawan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Shumud Flotilla II.
Ia menilai penahanan relawan dan jurnalis di perairan internasional merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Menurut dia, penahanan 332 relawan dalam misi Global Shumud Flotilla II terjadi di perairan internasional sehingga tidak berada di bawah otoritas Israel.
“Tentu saja ini merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional,” ujarnya.
Hidayat meminta Kementerian Luar Negeri memperkuat diplomasi melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan forum internasional lain untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri.
“Kementerian Luar Negeri penting segera melakukan aksi yang lebih nyata dan lebih efektif bersama PBB dan OKI,” katanya.
Ia juga menilai posisi Indonesia sebagai Ketua Dewan HAM PBB dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tekanan internasional terhadap Israel terkait penahanan relawan kemanusiaan dan jurnalis.
Selain itu, Hidayat menyoroti tingginya jumlah korban dari kalangan jurnalis dalam konflik Gaza. Berdasarkan data Committee to Protect Journalists, lebih dari 260 wartawan dan pekerja media dilaporkan tewas sejak Oktober 2023.
“Israel memang menarget wartawan karena mereka tidak ingin kejahatan kemanusiaan termasuk genosida yang mereka lakukan atas Gaza diketahui dunia,” ujarnya.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, berharap pemerintah Indonesia membantu proses pembebasan delegasi Indonesia yang ditahan.
“Kami berharap pesan ini dapat disampaikan kepada pemerintah Indonesia agar membantu pembebasan delegasi Indonesia secepat-cepatnya,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi sembilan WNI yang mengikuti konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza ditahan pasukan Israel.
Tiga di antaranya merupakan wartawan media nasional, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Editor : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026