Pontianak (ANTARA) - PT Dharma Inti Bersama (DIB) memberangkatkan sebanyak 89 peserta Operations Development Program (ODP) ke China untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan. Prosesi pelepasan berlangsung di Bandara Supadio Pontianak, Kamis (14/5), dan dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, serta jajaran manajemen perusahaan.
Para peserta merupakan bagian dari 140 orang yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi dan telah menyelesaikan pembekalan bahasa Mandarin selama tiga bulan. Program pembelajaran bahasa tersebut terlaksana melalui kerja sama antara perusahaan, Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Kubu Raya.
Dari total peserta yang diberangkatkan, sebanyak 14 orang merupakan putra-putri asal Kabupaten Kayong Utara (KKU). Setelah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi keahlian, mereka direncanakan bekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) Kayong Utara.
Perwakilan manajemen PT Dharma Inti Bersama (DIB) RasniusPasaribu mengatakan program tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Teknologi yang dipelajari para peserta di China nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara A. Azahari yang hadir mewakili Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan apresiasi kepada PT DIB dan PT Harita atas kontribusinya dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat daerah.
“Pemerintah daerah berharap adik-adik sekalian dapat menyerap ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta etos kerja tinggi selama di China. Jadikan ini kesempatan emas untuk mengembangkan potensi diri dan ikut serta membangun Kabupaten Kayong Utara,” ujar Azahari.
Dukungan juga disampaikan anggota DPD RI asal Kalimantan Barat Daud Yordan dan Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalbar Yuliani. Keduanya mengingatkan pentingnya komitmen peserta untuk kembali dan berkontribusi membangun daerah setelah menyelesaikan pelatihan.
“Tugas utama kalian setelah menimba ilmu sedalam-dalamnya di sana adalah pulang. Bangun daerah kita sendiri, majukan industri di Kalimantan Barat,” tegas Daud Yordan di hadapan peserta dan keluarga yang turut mengantar keberangkatan.
Salah satu peserta asal Kayong Utara, Yusril Damara, lulusan Politeknik Negeri Pontianak, mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut. Ia berharap ilmu dan budaya kerja yang dipelajari di China dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan industri smelter di daerah asalnya.
“Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya smelter ini,” katanya.
Pewarta: RilisUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026