Jakarta (ANTARA Kalbar) - Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) mendesak pemerintah untuk dapat segera membenahi pelabuhan dalam mendukung program Pendulum Nasional.

"Pelabuhan harus diperbaiki, fasilitas, kemampuan dan tarif kepelabuhanan harus sama antara pelabuhan satu dengan lainnya," kata Wakil ketua Umum INSA Asmari Herry dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Heri, sarana dan prasarana di pelabuhan perlu diperbaiki, misalnya batas kedalaman air yang  minimal 12 meter untuk menampung kapal berkapasitas 3.000 teus harus bisa diimplementasikan di seluruh pelabuhan.

Dia menjelaskan kapal bermuatan 3.000 teus akan kandas jika tidak bersandar di pelabuhan yang kedalamannya kurang dari 12 meter. Padahal, rata-rata kedalaman pelabuhan di Indonesia hanya sekitar tujuh hingga delapan meter.

"Akhirnya saat kita punya kapal 3.000 teus dan tidak bisa masuk di pelabuhan yang kedalamannya kurang dari 12 meter, kita harus mengganti kapal dengan kapasitas 1.700 teus, artinya produktivitasnya turun," ujarnya.

Tarif kepelabuhanan, menurut Herry juga terus merangkak naik. Padahal menurut dia biaya yang dikeluarkan di pelabuhan merupakan ongkos terbesar dalam total komponen biaya logistik angkutan laut.

"Ambil contoh biaya logistik angkutan laut rute Jakarta-Belawan menghabiskan biaya sekitar Rp6 juta hingga Rp6,5 juta. Biaya yang dikeluarkan di pelabuhan mencapai 60 persen, yakni sekitar Rp3,5 juta. Itu besar sekali," jelasnya.


Biaya di pelabuhan itu terdiri dari biaya pemasukan barang ke dalam kontainer (stuffing), penyimpanan (storage), pengangkutan barang dengan truk, muat-bongkar, kemudian diangkut lagi dengan truk untuk selanjutnya menunggu diangkut dengan kapal.

Herry juga mendesak adanya peningkatan arus barang dari daerah ke Jawa. Menurut dia, rata-rata pengiriman dari Jawa ke daerah selalu lebih berat dibanding arah sebaliknya.

"Harus ada peningkatan arus barang melalui relokasi produksi yang tidak hanya dilakukan di Jawa. Jadi tidak timpang seperti saat ini," katanya.

Meski demikian, INSA mengakui konsep Pendulum Nasional patut didukung dan diapresiasi karena memiliki tujuan yang bagus untuk meningkatkan efisiensi harga. Terutama karena konsep ini disinyalir Pemerintah dapat menghemat sekitar 50 persen biaya angkutan logistik laut.

Pendulum Nasional ditargetkan dapat beroperasi pada 2014 mendatang. Sistem itu akan menyediakan rute pelayaran sepanjang jalur barat-timur Indonesia yang beroperasi seperti pendulum.
(T.A062)

Pewarta:

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013