Jakarta (ANTARA Kalbar) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio menegaskan tidak ada pencaplokan pulau terluar, Semakau, Kota Batam, Kepulauan Riau, oleh Singapura.

"Tidak ada wilayah yang dicaplok," tegas KSAL usai memimpin upacara serah terima jabatan Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dari Laksda TNI Sadiman kepada Laksda TNI Arief Rudianto di Markas Komando Armabar, Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan pulau-pulau terluar ataupun terdepan yang dimiliki Indonesia telah diinventariskan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Mengenai jumlah pulau, kita sudah mendepositkan ke PBB sehingga sudah jelas mana wilayah kita dan mana wilayah Singapura," kata Marsetio.

Pulau Semakau, kata dia, termasuk dari 10 wilayah perbatasan yang sudah diselesaikan dengan pihak Singapura. "Di segmen barat mulai dari Pulau Nipa hingga utara Batam itu sudah tuntas. Namun di segmen timur memang masih ada permasalahan tapi tidak ada wilayah kita yang dicaplok," kata KSAL.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ramadhan Pohan menegaskan bahwa berita yang beredar di beberapa media sosial dan cetak mengenai perampasan Pulau Semakau di Provinsi Riau oleh Singapura adalah isu yang tidak benar atau kebohongan.

"Tidaklah benar isu di media sosial dan media cetak bahwa telah terjadi 'pencaplokan' asing oleh Singapura terhadap Pulau Semakau di Kelurahan Basu, Kecamatan Belakang Padang yang terletak di Kepulauan Riau," kata Ramadhan.

(s037)

Pewarta:

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013