Negara, Bali, (Antara Kalbar) - Warga masyarakat yang akan melaksanakan persembahyangan di Pura Tirta di kawasan Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, Kabupaten Jembrana, Bali, melihat dua ekor ular cobra berkepala tiga di pintu goa tempat suci tersebut. 

"Banyak warga yang melihat ular itu, bahkan ada yang sempat mengabadikannya dengan kamera, tapi saya lupa nama orangnya," kata Pemangku Pura Tirta, Jero Mangku Wania kepada wartawan, Kamis. 

Menurut Wania, ular cobra aneh ini muncul pukul 03.00 wita dinihari, saat umat Hindu hendak bersembahyang di Pura Tirta beberapa waktu lalu. 

Selang beberapa hari kemudian, kata Wania, ada warga yang hendak bersembahyang menemukan kulit ular dari ular yang berganti kulit, juga dengan tiga kepala. 

Wania mengaku, pihaknya sudah menanyakan kemunculan ular ini dari sisi niskala atau gaib, dan mendapatkan jawaban, jika ular itu berasal dari tiga helai rambut Danghyang Nirartha, pendiri Pura Rambut Siwi ratusan tahun silam. 

"Dahulu kala, tiga helai rambut tersebut disimpan dan dihormati warga di sini. Rambut itulah yang menjelma menjadi ular cobra yang dilihat umat," ujarnya. 

Dengan kemunculan ular ini, Wania beserta umat sepakat membuat arca ular cobra berkepala tiga di pura tersebut. 

Berdasarkan hasil meditasi untuk bertanya dari sisi niskala, menurut Wania, ular tersebut diberi gelar Naga Tri Loka Prabu. 

Pura Tirta sendiri terletak di sisi selatan Pura Dang Khayangan Rambut Siwi, dan saat hendak masuk ke kawasan utama pura bisa dilihat gua dengan diameter sekitar dua meter. 

Tidak terlalu jauh masuk ke dalam goa terdapat mata air, yang meskipun tepat berada di pinggir laut, namun airnya terasa tawar. 

"Air ini digunakan untuk tirta atau air suci, saat upacara di sembilan pura yang berada di kawasan Pura Dang Khayangan Rambut Siwi," kata Putu Suardana, anak Jero Mangku Wania.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013