Jakarta (Antara Kalbar) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengharapkan agar ekspor kayu dari Indonesia dapat terus dioptimalkan dan diterima di semua negara sasaran dengan menegaskan bahwa asal kayu adalah legal.

"Kadin mengharapkan para pelaku usaha furnitur dan kerajinan nasional untuk dapat menggenjot ekspornya mencapai 3 miliar dolar AS pada tahun depan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur, di Jakarta, Selasa.

Menurut Natsir, industri furnitur dan kerajinan Indonesia saat ini dinilai mempunyai kontribusi yang cukup baik untuk mendorong kinerja ekspor.

Ia mengingatkan, berdasarkan data BPS, industri tersebut pada tahun 2012 memberikan kontribusi terhadap perolehan devisa negara sebesar 2,6 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut, lanjutnya, terdiri atas 1,8 miliar dolar dari sektor furnitur dan USD 800 juta dari sektor kerajinan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerjainan Indonesia (Asmindo) M. Taufik Gani mengatakan bahwa industri mebel dan kerajinan cukup strategis karena merupakan industri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja.

"Tidak kurang dari 4 juta orang yang terlibat dalam industri ini baik tenaga kerja langsung maupun tidak langsung," ungkap M Taufik Gani.

Taufik menyebutkan, saat ini Asmindo sendiri terdiri dari 2.216 jumlah anggota yang 80 persen diantaranya merupakan termasuk pada kategori UKM.

Selain itu, menurut dia, tingginya kandungan lokal dalam bahan baku yang digunakan yang hampir mencapai 100 persen menjadikan industri ini mampu bertahan dari terpaan krisis ekonomi.

Pewarta: Muhammad Razi Rahman

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013