Pontianak (Antara Kalbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkayang mewaspadai potensi terjadinya banjir hingga akhir tahun di sejumlah kecamatan yang rawan terkena bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang Yosef saat dihubungi di Pontianak, Kamis mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sudah mengingatkan dalam kurun waktu tiga bulan mulai Oktober dalam kondisi siaga untuk bencana banjir karena tingginya curah hujan.

"Bencana banjir dapat terjadi di Bengkayang dengan kategori sedang," kata Yosef.

Ia melanjutkan, adanya peringatan dari BMKG itu membuat pihaknya telah menyurati bupati serta menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati.

Sementara daerah yang rawan bencana banjir, ia mengatakan, meliputi sejumlah kecamatan yang kerap mengalami peristiwa bencana itu. Misalnya Kecamatan Seluas, Ledo, Sungai Betung, Samalantan, Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan dan Kota Bengkayang. Sedangkan untuk Ledo dan Seluas termasuk yang paling sering terkena banjir. Pada tahun 2013, Kecamatan Ledo sudah mengalaminya pada Februari lalu.

Terkait dengan hal itu, pihaknya telah melakukan antisipasi serta selalu memantau kecamatan yang menjadi langganan banjir di kabupaten tersebut.

Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai persiapan seperti lokasi untuk penampungan, tenda untuk tempat tinggal sementara hingga logistik.

Namun, untuk saat ini, upaya yang baru dilakukan berupa bantuan logistik baik makanan maupun pengobatan.

Kabupaten Bengkayang mempunyai 17 kecamatan yang tersebar mulai wilayah pesisir hingga pehuluan dan perbatasan Kalbar - Sarawak.

Pewarta: Teguh Imam Wibowo

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013