Makassar (Antara Kalbar) - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengatakan makin mewah masjid makin kacau bunyi pengeras suara (sound system) nya karena masjid mewah biasa dibalut marmer dan dinding kaca tanpa dilengkapi sistem akustik yang baik.

Jusuf Kalla (JK) mengemukakan hal itu melalui pers rilis yang disampaikan media officer-nya, Husain Abdullah di Makassar, Minggu.

Berkait-kelindan dengan ini, penataan "sound system" masjid ini kini telah resmi menjadi tugas mobil unit pemeliharaan DMI yang diluncurkan pada hari yang sama dan telah mulai berkeliling melakukan perbaikan.

"Tiap Mobil unit diawaki tiga orang kru, mereka semua berjumlah 300 orang sudah mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Panasonic," ungkap JK.

Pada kesempatan itu Jusuf Kalla dan kawan karibnya yang juga seorang ulama Islam Quraish Sihab Minggu siang mengunjungi Masjid Al Barakah Jeruk Purut Jakarta Selatan yang telah ditata pengeras suara-nya.

Perbaikan ini menelan biaya Rp75 juta rupiah sebab banyak kesalahan penataan pengeras suaranya dan sistem akustik yang perlu dibenahi.

JK mengungkapkan sebelumnya masjid ini hanya 20 persen kedengaran dengan baik audio-nya sehingga khotbah tidak sepenuhnya didengar dengan baik oleh jamaah.

"Rugi sekali kalau yang ceramah baik tapi pesannya tak sampai karena jeleknya 'sound system'. Bayangkan kalau yang ceramah Quraish Sihab, tapi tidak bisa didengar dengan baik. Betapa ruginya," kata JK.

Ada beberapa cara menata pengeras suara tersebut diantaranya cukup mengubah ketak "loud speaker" menjadi satu arah sehingga murah biayanya, karena tetap menggunakan perangkat yang sudah tersedia.

Pewarta: Agus Setiawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014