Sekadau (Antara Kalbar) - Berita duka mengiringi perjalanan calon jamaah haji asal Kabupaten Sekadau tahun 2014. Sehan bin Seman Colet (63), jemaah haji asal Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, dinyatakan meninggal di Mekkah pada Selasa (30/9) pukul 14.30 waktu Mekkah. Almarhum diduga meninggal karena menderita sesak napas.

“Almarhum meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit King Abdul Azis, Mekkah. Berdasarkan analisa medis, almarhum mengidap sesak nafas,” ujar Abdillah Master, Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sekadau, Kamis (2/10).

Sehan berangkat haji bersama 43 calon jemaah haji asal Kabupaten Sekadau lainnya. Mereka bertolak dari Sekadau ke Pontianak tanggal 12 September lalu, setelah menginap satu malam di asrama haji Pontianak, mereka kemudian diterbangkan ke Batam tanggal 13 September. Keesokan harinya, yakni tanggal 14 September, mereka kemudian diterbangkan ke Madinah dari embarkasi Batam.

Almarhum Sehan dan calon jemaah haji asal Sekadau yang totalnya berjumlah 44 orang itu tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 Embarkasi Batam, bersama dengan calon jemaah asal Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, dan sebagian Kota Pontianak. Dari Madinah, calon jemaah haji asal Sekadau kemudian bertolak ke Mekkah, tanggal 24 September.

Menurut Abdillah, sebelum meninggal, Sehan dan jemaah haji asal Sekadau sempat mengerjakan umrah. Diduga karena factor kelelahan, Sehan yang berangkat haji bersama sang adik, Rohana, mengalami sesak nafas tak lama setelah berada di Mekkah. Karena kondisinya terus memburuk, pimpinan rombongan, Ruadi bersama dua pendamping haji asal Sekadau, H. Abang Aidi dan Zaiton langsung merujuk almarhum ke Rumah Sakit King Abdul Azis di Mekkah tanggal 28 September.

“Tanggal 29 September beliau kritis dan beberapa jam kemudian langsung meninggal. Almarhum sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Sirae di Mekkah,” kata Abdillah.

Saat ini, petugas haji asal Indonesia dan Sekadau sudah mengurusi pemakaman almarhum.

"Sebelum berangkat haji, almarhum tidak menunjukkan tanda-tanda menderita sesak nafas. Saat pengecekan kecehatan sebelum berangkat haji, almarhum hanya didiagnosa menderita penyakit ringgan, yakni kurang darah. Baru ketahuan beliau menderita sesak nafas setelah rombongan tiba di Mekkah. Mungkin karena perubahan cuaca yang ekstrim, penyakit sesak nafas almarhum kambuh,” yakin Abdillah.

Dengan meninggal seorang calon jemaah haji ini, praktis jumlah jemaah haji asal Sekadau tinggal 43 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang laki-laki dan sisanya, yakni sebanyak 23 orang adalah calon jemaah haji wanita.

“Kalau untuk yang lain, Alhamdulillah, laporan yang kita terima dalam kondisi sehat. Kemarin mereka bertolak ke Mina untuk melakukan mabit,” pungkasnya.

Pewarta: Arkadius Gansi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014