Tayan Hilir (Antara Kalbar) - Meski belum selesai, Jembatan Tayan menjadi objek wisata baru bagi masyarakat di sekitarnya.
Tak kurang seribuan orang ‘bertamasya’ di jembatan itu disela libur panjang Idul Adha.
Warga yang datang berbondong-bondong di jembatan itu, hanya untuk melihat Sungai Kapuas dan Sungai Tayan serta permandangan lainnya, walaupun saat ini diselimuti kabut tebal.
"Kan Lebaran haji ini semua orang kumpul. Jadi kita main-main di jembatan ini sambil jalan-jalan lah bersama keluarga," ujar H Jayadi, salah seorang warga Desa Pedalaman, Tayan Hilir.
Kondisi kedua jembatan ini masih dalam pengerjaan dan belum dilaksanakan pengaspalan serta beberapa bagian lainnya belum tuntas dikerjakan.
Hanya saja, kontraktor membolehkan warga setempat untuk datang dan melihat-melihat pemandangan dari ketinggian jembatan itu. "Katanya beberapa hari ini dibuka. Tapi kalau mereka sudah kerja nanti, jembatan ini ditutup kembali. Kalau tak salah mereka mau mengaspal lagi," terangnya.
Jembatan Tayan ini, menghubungkan Desa Kawat dan Desa Pulau Tayan serta Piasak, sepanjang dengan dua bentangan jembatan dan terdapat dua bundaran di Pulau Tayan.
Bagi warga yang datang, selain menikmati keindahan jembatan, juga bisa menyaksikan dan merasakan semilirnya angin sungai Kapuas dari atas Jembatan Tayan itu. Dari jembatan ini bisa melihat aliran sungai Kapuas dan kawasan Pulau Tayan serta Piasak.
Selain itu, juga bisa menyaksikan aktivitas moda transportasi sungai berupa kapal yang hilir mudik di bawah jembatan tersebut.
"Sungguh indah sekali, semua terlihat dari atas jembatan ini. Hanya saja, sayang kondisi ini masih kabut, sehingga pandangan tidak begitu jauh," timpal Halidin salah seorang warga Desa Kawat.
Ditambahkan, jika jembatan ini sudah rampung pengerjaannya, maka dipastikan akses transportasi semakin lancar dari berbagai arah.
“Pasti lancar lah, mau kemana pun. Jembatan ini, memang akses utama ke berbagai arah,†jelasnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015
Tak kurang seribuan orang ‘bertamasya’ di jembatan itu disela libur panjang Idul Adha.
Warga yang datang berbondong-bondong di jembatan itu, hanya untuk melihat Sungai Kapuas dan Sungai Tayan serta permandangan lainnya, walaupun saat ini diselimuti kabut tebal.
"Kan Lebaran haji ini semua orang kumpul. Jadi kita main-main di jembatan ini sambil jalan-jalan lah bersama keluarga," ujar H Jayadi, salah seorang warga Desa Pedalaman, Tayan Hilir.
Kondisi kedua jembatan ini masih dalam pengerjaan dan belum dilaksanakan pengaspalan serta beberapa bagian lainnya belum tuntas dikerjakan.
Hanya saja, kontraktor membolehkan warga setempat untuk datang dan melihat-melihat pemandangan dari ketinggian jembatan itu. "Katanya beberapa hari ini dibuka. Tapi kalau mereka sudah kerja nanti, jembatan ini ditutup kembali. Kalau tak salah mereka mau mengaspal lagi," terangnya.
Jembatan Tayan ini, menghubungkan Desa Kawat dan Desa Pulau Tayan serta Piasak, sepanjang dengan dua bentangan jembatan dan terdapat dua bundaran di Pulau Tayan.
Bagi warga yang datang, selain menikmati keindahan jembatan, juga bisa menyaksikan dan merasakan semilirnya angin sungai Kapuas dari atas Jembatan Tayan itu. Dari jembatan ini bisa melihat aliran sungai Kapuas dan kawasan Pulau Tayan serta Piasak.
Selain itu, juga bisa menyaksikan aktivitas moda transportasi sungai berupa kapal yang hilir mudik di bawah jembatan tersebut.
"Sungguh indah sekali, semua terlihat dari atas jembatan ini. Hanya saja, sayang kondisi ini masih kabut, sehingga pandangan tidak begitu jauh," timpal Halidin salah seorang warga Desa Kawat.
Ditambahkan, jika jembatan ini sudah rampung pengerjaannya, maka dipastikan akses transportasi semakin lancar dari berbagai arah.
“Pasti lancar lah, mau kemana pun. Jembatan ini, memang akses utama ke berbagai arah,†jelasnya.
Editor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015