Sintang (Antara Kalbar) - Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan sebanyak 43 ribu balita akan menjadi sasaran pada Pekan Imunisasi Nasional Polio yang berlangsung 8 - 15 Maret.
    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Hery Sinto Linoh di Sintang, Senin menuturkan, beberapa waktu lalu telah dilakukan sosialisasi terkait pelaksanaan PIN Polio ini.
    Pesertanya, 20 Kepala Puskesmas, dan 14 para Camat. Balita yang diimunisasi berusia dari 0 bulan hingga 59 bulan, tidak perduli apakah balita itu sudah imunisasi polio sebelumnya atau belum. "Tapi tetap diberi dengan menggunakan imunisasi tetes, setiap balita wajib 2 tetes," kata Sinto.
    Lanjut Sinto, imunisasi polio ini  untuk mendukung program eradikasi polio sedunia, sehingga pada tahun 2020 nanti di dunia ini tidak ada yang namanya penyakit polio lagi, tambahnya.
    Indonesia sendiri telah dinyatakan bebas dari polio pada Maret 2014. Bupati Sintang Jarot Winarno menuturkan, Indonesia pernah dilanda penyakit polio pada tahun 2005 di Sukabumi, hal tersebut merupakan kasus yang terbanyak. Kemudian pada tahun 2005-2006  masih banyak kasus lagi polio, terakhir terjadi di Kota Aceh, dan tepat pada 2006 kasus itu penyakit polio tidak pernah terjadi kembali.
    Ia menambahkan, di dunia ini semuanya sudah terbebas dari penyakit polio. Namun ada tiga negara yang masih terkena dampak seperti Nigeria, Afghanistan, dan Pakistan, sehingga sewaktu-waktu warga Negara tersebut bisa saja masuk ke Indonesia dengan membawa penyakit polio tersebut.
    "Maka dari itu, Pekan Imunisasi Nasional ini sangat penting bagi kita semua untuk mencegah datangnya penyakit tersebut, sehingga balita-balita kita bisa hidup sehat," kata Jarot.
  Pelaksanaan PIN harus serentak dilakukan, kemudian tiga hari setelah itu dilakukan sweeping, supaya cakupan merata di seluruhnya tanpa ada pilah pilih. "Lakukan imunisasi ini  merata sampai ke seluruh kecamatan, desa, dusun maupun yang terdalamnya lagi, agar masyarakat Kabupaten Sintang terbebas dari ancaman penyakit polio," kata Jarot yang berlatar belakang dokter itu.

Pewarta: Faiz

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016