Sintang (Antara Kalbar) - Wakil Bupati Sintang Askiman mengajak petani untuk menguasai teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas serta mendorong kesejahteraan.
   "Kompleksnya permasalahan yang terkait dengan peningkatan produksi pertanian dalam arti luas termasuk didalamnya tanaman pangan, perkebunan, peternakan serta peningkatan hutan saat ini tidak terlepas dari penggunaan teknologi tepat guna dari semua aspek," kata Askiman saat kegiatan Teknologi Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan tingkat Kabupaten Sintang tahun 2016 di Sintang, Kamis.
    Untuk itu, lanjut dia, petani wajib menguasai teknologi tepat guna karena keberhasilan petani hanya akan mampu bertahan dan ditingkatkan apabila kita mampu menguasai teknologi.
    Ia berharap melalui kegiatan gelar teknologi ini, dapat meningkatkan kreativitas penyuluh untuk menunjang upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai di Kalimantan Barat pada tahun 2016 sesuai dengan tujuan dan sasaran yang digunakan oleh teknologi tepat guna ini.
    Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan  (BP4KKP) Kabupaten Sintang, Veronica Ancili mengatakan, tujuan diadakan kegiatan seperti ini guna untuk meningkatkan karya inovasi kepada para penyuluh.
    Kemudian, sebagai upaya cipta karya teknologi pertanian oleh penyuluh, meningkatkan produksi guna tercapai kesejahteraann masyarakat.
    "Kegiatan ini juga sebagai upaya mendukung upaya khusus peningkatan produksi padi jagung kedelai, sebagai media tukar informasi, pengetahuan, tentang teknologi, sebagai media menyebarluaskan teknologi kepada para petani khususnya, tentang teknologi pertanian," kata Veronica.
    Sebanyak 7 Balai Penyuluh yang ada di Kabupaten Sintang mengikuti kegiatan tersebut. Yakni BP3K Sintang, membawahi Kecamatan Sintang dan Sungai tebelian, BP3K Kelam, membawahi Kecamatan Kelam Permai dan  Kecamatan Dedai, BP3K Kayan, membawahi Kecamatan Kayan hilir  & Kayan Hulu, BP3K Binjai. BP3K Ketungau, membawahi Ketungau hilir, Ketungau tengah, dan Ketungau hulu, BP3K Sepauk, Kecamatan Sepauk  dan Kecamatan Tempunak, BP3K Serawai, Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Serawai.
    Sedangkan untuk lomba gelar teknologi ditampilkan dalam bentuk peragaan, berupa drama dengan durasi 15 menit dari setiap tim.

Pewarta: Faiz

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016