Ngabang (Antara Kalbar) - Direktur pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Kementerian Sosial RI Hasbullah, mengatakan sampai 2017 ini, pihaknya sudah mendata 3061 kepala keluarga (KK) yang masuk program KAT.

"Salah satunya di Desa belangiran Kumpang Tengah, kabupaten Landak ini dimana ada 40 KK penerima bantuan program KAT," kata Hasbullah di Ngabang, Rabu.

Dia menjelaskan, untuk jenis bantuan pemberdayaan dilakukan selama tiga tahun. Sedangkan untuk kategori dua pemberdayaan dilakukan selama dua tahun.

"Dan ini secara teori adalah pemberdayaan Eksitu dibawa dari habitatnya keluar, kalau pemberdayaan di tempat asal insitu. Di Bolong juga akan ditempatkan pendamping profesional untuk mengakselerasi proses pemberdayaan pembabgunan bersama pemerintah," tuturnya.

Untuk di Landak, dirinya meminta Kadis sosial Kabupaten Landak untuk kembali melakukan pemetaan lokasi baru dengan melakukan pendekatan pemberdayaan bersifat integratif holistik dalam pemenuhan hak sipil warga dengan kerjasama dengan dinas dukcapil, dimana warga diminta untuk melengkapi surat-surat kependudukan seperti KK, KTP, akte kelahiran. Selain itu, menurutrnya, BPN juga diminta untuk mengurus serfifikat hak milik lahan warga.

"Selain itu, dalam pelaksanannya program ini juga harus bisa bekerja sama dengan non-departemen juga melalui dana CSR PLN untuk bangun jaringan listrik di sini. Kita sudah ngosiasi dengan PLN agar KAT yang ada di seluruh Indonesia dibantu paling tidak dengan solar sell," ujar Hasbullah.

Ditempat yang sama, penjabat Bupati Landak Jakius Sinyor, mengingatkan agar warga yang menempati untuk merawat baik-baik pemukiman itu.

"Di Kabupaten Landak, penyelenggaran KAT sudah berjalan 4 tahun sejak 2012-2016, diantaranya di Senangen Meranti 36 KK, Nanggon 30 KK. Kemudian, untuk kecamatan Sebangki ada di Dusun Entuai 59 KK, Desa Nyari Air Besar dan 40 KK di desa Kumpang Tengah Sebangki," katanya.

Jakius yang juga Kepala Dinas PU Pera Provinsi Kalbar menjelaskan, kondisi infrastruktur landak 76 persen, dalam kondisi mantap. Tinggal 36 persen akan diselesaikan 5 tahun ke depan, sedangkan dari 156 desa di Landak, masih 73 desa tertinggal.

"Harapan kita lima tahun ke depan pembangunan berjalan dengan baik di Kabupaten Landak," kata Jakius.


Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2017