Pontianak (Antaranews Kalbar) - Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Singkawang, Suryanto mengimbau agar masyarakat kota setempat bersedia untuk menyiapkan rumah/kamarnya untuk dijadikan homestay atau penginapan sementara guna mengantisipasi lonjakan pengunjung pada event Festival Cap Go Meh.

"Hal ini saya sarankan, karena secara keseluruhan jumlah hotel di Kota Singkawang yang representatif saat ini ada sebanyak 32 hotel," kata Suryanto, Jumat.

Jadi, katanya, untuk menampung seluruh wisatawan yang berkunjung saat event Cap Go Meh nanti memang dirasakan belum bisa maksimal, karena jumlah hotel di Singkawang tidak sebanding dengan jumlah wisatawan.

Jika masyarakat Singkawang ada yang menyiapkan homestay (penginapan sementara) untuk wisatawan diharapkan dapat mengenakan biaya/tarif yang wajar serta menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan.

"Jangan mengenakan tarif yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan fasilitas yang disiapkan, sehingga memberatkan wisatawan," ujarnya.

Dia juga menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 684.793 kunjungan wisata pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018.

"Tahun 2017 kemarin dari 566.487 wisatawan yang ditargetkan, namun realisasinya mencapai 652.184 wisatawan. Kemudian, tahun ini kita targetkan sebanyak 684.793 orang," kata Suryanto.

Adapun upaya-upaya yang akan pihaknya lakukan guna mencapai target kunjungan tersebut, pertama, gencar melakukan promosi secara luas baik dalam mengikuti pameran-pameran di luar maupun melalui Medsos seperti Facebook, Instagram dan media Online lainnya yang biayanya relatif murah.

"Namun jangkauannya sangat luas dan efektif," ujarnya.

Kedua, mengemas dan mengadakan event yang menarik agar menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ketiga, terus menerus melakukan pembinaan kepada pengusaha jasa pariwisata, seperti hotel, restoran, rumah makan, obyek wisata dan lain-lain.

Keempat, terus menerus melakukan sosialisasi/kampanye sadar wisata dan sapta pesona, baik kepada pengelola obyek wisata, masyarakat di sekitar obyek wisata, para pelajar, serta masyarakat secara luas untuk memberikan pemahaman bahwa kota yang tercipta sapta pesona merupakan aset yang punya nilai jual yang tinggi.

Dia juga mengatakan, bahwa event festival Imlek dan Cap Go Meh adalah salah satu event budaya yang menjadi event andalan khususnya Kota Singkawang.

"Hal itu dikarenakan memiliki daya tarik yang unik dan menarik untuk sektor pariwisata," katanya.



(U.KR-RDO/N005)

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018