Pontianak (Antaranew Kalbar) - Tim gabungan Kantor SAR Pontianak, Kalbar, menghentikan sementara pencarian, terhadap seorang nelayan yang hilang, atas nama Senan (37) yang terjatuh saat menarik jaring di perairan Tanjung Bunga, Kabupaten Ketapang, Selasa (30/1).

"Setelah melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan melihat fakta di lapangan maka diputuskan untuk menghentikan sementara pencarian, namun upaya pencarian dapat dilanjutkan kembali jika terdapat tanda-tanda korban, tentunya hal tersebut sesuai dengan UU No. 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan," kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika di Pontianak, Selasa.

Hery menjelaskan, operasi pencarian telah dilakukan secara bersama-sama ?dengan mengikuti rencana operasi yang sudah dibuat oleh Tim SAR gabungan ? hingga mencapai perairan Kendawangan dan Pulau Cempedak, Kabupaten Ketapang, namun belum juga berhasil.

Setelah dinyatakan dihentikannya pencarian terhadap Senan, pihak keluarga korban yang diwakili istrinya mengucapkan terima kasih kepada Basarnas dan tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian terhadap, suaminya (Senan).

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah turut serta dalam pencarian korban yang jatuh tersebut," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hery menambahkan, nelayan tersebut adalah salah seorang anak buah kapal KM Eka Jaya, yang jatuh ke laut, saat sedang menarik jaring bersama tiga rekan lainnya.

"Sebelum dilakukan pencarian oleh tim gabungan, nelayan tersebut sudah dilakukan pencarian awal oleh rekan korban, tetapi belum berhasil, sehingga meminta bantuan kepada kami dan instansi terkait lainnya," ungkapnya.

Menurut dia, tiga rekan nelayan tersebut saat ini dalam keadaan selamat, sementara yang jatuh saat menarik jaring hingga kini belum ditemukan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor SAR Pontianak mengimbau, kepada nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar lebih memperhatikan keselamatan saat akan turun ke laut atau menggunakan transportasi laut, karena saat ini cuaca masih buruk.

(U.A057/I006) 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018