Pontianak  (Antaranews Kalbar) - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Pontianak, Kalbar, Andreas Acui menilai dengan terganggunya penerbangan akibat kabut asap tentu berdampak pada geliat ekonomi suatu daerah.

"Meski saat ini masih sebatas terlambat mendarat namun hal itu tentu berdampak pada terganggunya kelancaran penerbangan lainnya dan aktivitas penumpang yang sudah terjadwal. Secara ekonomi tentu bisa saja banyak agenda dan rapat bisnis tertunda atau batal kalau terlambat," ujarnya di Pontianak, Selasa.

Ia berharap kondisi kabut asap bisa berkurang secepatnya dan tidak ingin kabut asap melumpuhkan penerbangan yang ada seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kalbar.

"Jika sempat bandara lumpuh banyak kerugian yang dialami. Aktivitas orang dan kelancaran barang akan terhambat. Sedikit banyaknya pasti ada multi efek buruk terhadap ekonomi kita kalau bandara lumpu. Kita bersyukur kemarin juga sudah hujan," jelas dia.

Adanya kabut asap, menurut Acui, tidak terlepas dari kelalaian dalam pengelolaan lingkungan yang menjadi tanggung jawab sosial masyarakat di Kalbar.

"Soal asap ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tetapi juga tangung jawab masyarakat dalam mengelola lingkungan. Adanya asap selain menganggu penerbangan juga menurunkan nilai kemampuan mengelola lingkungan di mata masyarakat internasional," papar dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah Kalbar TTA Nyarong mengatakan pihaknya saat ini sudah meminta kepada pemerintah kabupaten atau kota menetapakan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk saat ini sudah ada pemerintah kabupaten yang menetapan status siaga yang meliputi Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Sambas, Landak, Melawi dan Pemerintah Provinsi Kalbar," jelas dia

Pada Selasa (20/2) pagi, sejumlah pesawat dari berbagai maskapai pada penerbangan pagi yang menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak harus terlebih dahulu berputar-putar di atas udara Kubu Raya lantaran jarak pandang ke landasan terbatas. Sekitar pukul 08.00 WIB aktivitas di bandara baik yang mendarat maupun berangkat baru normal kembali. 

Pewarta: Dedi

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018