Pontianak  (Antaranews Kalbar) - PPK Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara, Kalbar terpaksa menunda keberangkatan kapal cepat pengangkut logistik Pilkada ke Kecamatan Kepulauan Karimata, karena dihadang hujan badai dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter, Jumat.

"Speedboat" atau kapal cepat dengan dua mesin bertenaga 400 PK yang membawa logistik Pilkada sedianya berangkat pukul 14.00 WIB dari Dermaga PPP Sukadana, namun akibat badai yang turun tiba-tiba, membuat keberangkatannya terpaksa ditunda.

"Kalau sudah putih `jak` ombak tak berani berangkat," kata Sekretaris Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapulauan Karimata, Katan Rajali, saat dihubungi di Sukadana, Ibu Kota Kabupaten Kayong Utara.

Ketinggian gelombang yang lebih dari 2 meter dan disertai hujan dan angin akan membahayakan perjalanan, baik petugas dan logistik Pilkada. "Kami pastikan batal berangkat, ditunda besok pagi," ucapnya, menegaskan.

Kondisi cuaca ekstrem seperti saat distribusi seperti ini, lanjut Katan Rajali, masih mungkin akan dijumpai lagi, karena dengan letak geografis yang berjauhan antar-pulau.

Logistik yang akan distribusikan terdiri dari kotak suara, surat suara, bilik suara, tinta, formulir, dan perlengkapan Pilkada Kayong Utara dan Pilkada gubernur Kalbar.

Di Kecamatan Kepulauan Karimata terdapat 3 desa dengan 10 tempat pemungutan suara (TPS) dengan DPT 2.241 pemilih.

 

Pewarta: Abdul Khoir

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018