Pontianak  (Antaranews Kalbar) - Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan BNN Provinsi Kalbar, telah mengamankan sebanyak 23 tersangka dalam kasus narkoba, dua tersangka diantaranya tewas, karena saat akan ditangkap melawan sehingga dilumpuhkan dengan timah panas.
    "Sebanyak 23 tersangka tersebut dari sebanyak 10 kasus narkoba yang diamankan dengan TKP (tempat kejadian perkara) berbeda, kerja sama dengan BNNP Kalbar," kata Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono di Pontianak, Selasa.
    Ia menjelaskan, total barang bukti sabu-sabu yang diungkap jajaran Polda Kalbar sejak April hingga Juni 2018, yakni sekitar 11 kilogram, dan sisanya sebanyak sembilan kilogram oleh jajaran BNNP Kalbar.
    "Kemudian untuk barang bukti lainnya, yakni ekstasi sebanyak dua ribuan butir, dan happy five sebanyak empat ribu butir," ujarnya.
    Untuk, BNNP Kalbar, Rabu (13/6) mengungkap pengiriman narkotika jenis sabu-sabu dalam jumlah besar yang merupakan jaringan internasional, dengan mengamankan dua tersangka dan barang bukti sebanyak tiga kilogram sabu-sabu.
    Kemudian, Sabtu (23/6) sekitar pukul 11.50 WIB, juga diamankan dua tersangka An dan Min yang membawa sabu-sabu seberat enam kilogram di kawasan Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Utara.
    Dari hasil pengembangan, sabu-sabu tersebut merupakan pesanan salah seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak atas nama Juali Pasaribu.
    "Kini kelima tersangka dari dua TKP pengungkapan pengiriman sabu-sabu tersebut sudah ditangani oleh Polda Kalbar dan BNNP Kalbar," kata Kapolda Kalbar.
    Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar menambahkan, sebagian besar narkotika tersebut masuk dari Malaysia, baik melalui jalur resmi, yakni melalui PLBN Entikong, Aruk, dan Badau, serta PLB tidak resmi, dan jalan-jalan tidak resmi (jalan tikus).
    "Karena di Kalbar, saat ini memiliki 15 kecamatan, dan sekitar 55 jalan tikus yang terhubung langsung dengan kampung-kampung yang ada di Sarawak, Malaysia, sehingga rawan aktivitas ilegal, termasuk penyeludupan barang haram tersebut," katanya.
    Menurut dia, segala upaya telah dilakukan dalam menciptakan zero praktik ilegal di Kalbar, termasuk mencegah masuknya narkotika tersebut, mulai kerja sama dengan instansi terkait dan melibatkan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menangkap praktik ilegal tersebut.
   "Mari kita ciptakan Kalbar yang bebas dari narkoba dan zero dari praktik ilegal lainnya," katanya.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018