Pontianak  (Antaranews Kalbar) - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Kalbar, Djoko Suratmiarjo mengatakan jumlah penderita yang dicurigai Hepatitis A terus bertambah.

"Sampai Rabu kemarin, tercatat sebanyak 189 kasus yang dicurigai mengalami Hepatitis A," kata Djoko, di Singkawang, Kamis.

Mengenai perkembangan yang terus menerus terjadi setiap harinya, pihaknya sedang menyiapkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Singkawang tentang kejadian luar biasa (KLB).

"Jadi sekarang kita sedang menyusun draf penetapan situasi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A," ujarnya.

SK tersebut, secepatnya akan disampaikan ke Wali Kota Singkawang mengingat trend kasus Hepatitis A terus meningkat.

"Jika penetapan KLB ini disetujui, maka kita akan lebih leluasa menanganinya," ungkapnya.

Dengan sudah disetujuinya status KLB ini, harapannya agar Pemkot Singkawang bisa mendanai kegiatan ini. Mengingat kegiatan ini tidak termasuk dalam rencana kerja anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Singkawang.

"Karena kasus ini juga diluar dugaan," katanya.

Kemudian, bagi penderita yang dinyatakan positip Hepatitis A, dalam situasi KLB yang dirawat di Puskesmas dan RSUD Pemerintah Daerah (Abdul Aziz) khusus kelas III, biaya perawatannya bisa ditanggung oleh Pemerintah Kota Singkawang.

"Sebelum adanya penetapan status KLB inikan, yang punya BPJS ditanggung BPJS, tapi setelah keluar KLB maka akan ditanggung Pemda, khusus yang dirawat di kelas III RSUD Abdul Aziz Singkawang," jelasnya.

Terpisah, seorang dokter dari Puskesmas Singkawang Tengah, Barita mengatakan, pengobatan untuk penderita Hepatitis A yang paling bagus adalah istirahat total.

"Karena obat anti virusnya sampai saat ini belum ada. Jadi istirahat yang cukup di rumah dan makan makanan yang bergizi," kata Barita, Rabu.

Menurut pria yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Singkawang ini, bahwa Hepatitis A tidak berbahaya dibanding Hepatitis B.

"Jadi Hepatitis B itu sebenarnya lebih berbahaya. Terlebih Hepatitis B itu tidak kelihatan gejalanya, tidak terasa sakit, tidak terasa pusing, mungkin hanya lemas sedikit, tetapi lama-lama penderita itu akan meninggal," tuturnya.

Bagi penderita Hepatitis A, mudah-mudahan dalam satu atau dua minggu bisa sembuh dengan sempurna. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dengan syarat si penderita diberikan istirahat yang cukup dan diberi makan-makanan yang bergizi untuk menambah daya tahan tubuh, saya yakin akan sembuh," ujarnya.

Intinya, si penderita diperbanyak makan-makanan penghasil karbohidrat seperti nasi dan gula serta kurangi makanan penghasil lemak dan protein.(KR-

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018