Pontianak (Antaranews Kalbar) - Pjs Direktur PDAM Kubu Raya Agung mengatakan akan segera menindaklanjuti Surat dari Kepala Dinas Perhubungan perihal Kebutuhan Air Bersih di terminal Antara Negara ALBN Sungai Ambawang.

"Surat itu kita terima pada tanggal 16 Januari 2019 ke Pemerintah Kubu Raya. Selanjutnya telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kubu Raya melalui Pj Sekda Kubu Raya dan meminta PDAM Kubu Raya untuk segera menindaklanjuti dan melakukan pemasangan dan penyediaan air bersih di Terminal ALBN Ambawang," kata Agung di Sungai Raya, Rabu.

Menanggapi hal tersebut, Agung mengatakan pihaknya meminta waktu dua minggu untuk melakukan penanganan atas kebutuhan tersebut.

"Ada permintaan penyediaan air bersih untuk terminal ALBN. Kita meminta waktu dua minggu untuk mereleasikan hal tersebut," tuturnya.

Agung mengatakan butuh waktu untuk mengecek intlasi ke Terminal AlBN. Sebab kata Agung, pipa sudah terpasang sejak lama, namun air tidak mengalir.?

Untuk itu, pihaknya harus memastikan dulu kendalanya dimana. Apakah sumbat atau ada pipa yang kepacah atau bocor. Agung meminpin langsung proses prngecekan dan pemeliharaan instlasi air menuju terminal AlBN Sungai Ambawang.

Pihaknya sudah melakukan pengecekan sejak Senin lalu dan langsung membentuk tim untuk melakukan pengecekan. Sebab air susah dialirkan melalui boster Desa Kapur.
 
"Tapi kita cek lagi di terminal belum mengalir. Jadi kita lakukan pembongkaran pipa, untuk mencari dimana terjadi kerusakan sehingga tidak sampai aliran ke terminal," katanya.

Agung mengatakan pihaknya berharap dalam waktu dekat dapat segera tuntas. Teman-teman terus bekerja keras siang malam untuk menemukan penyelesaian permasalahan yang dihadapi dalam mengalirkan air bersih ke Terminal ALBN.

"Kita butuh waktu sebab kita harus bongkar dan potong pipa, untuk mengetahui permaslahannya secara manual. Sehingga butuh waktu untuk itu. Dan teman-teman terus bekerja. Saat ini kita fokus pada solusi sehingga air bersih PDAM sampai ke pelanggan kita dengan lancar," tutur Agung.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019