PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengoperasikan empat dermaga untuk mengantisipasi antrean penumpang kapal pada arus balik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.


Kepala PT ASDP Cabang Batulicin Anang Wahyudi melalui Manajer Usaha Arif Budiman, di Batulicin, Jumat, mengatakan pengoperasian empat demaga tersebut merupakan bagian dari pemberian pelayanan terbaik agar tidak terjadi antrean bongkar muat penumpang baik saat di Pelabuhan Batulicin, Tanah Bumbu maupun Tanjung Serdang Kotabaru.

"Untuk momen hari biasa kami hanya mengoperasikan dua dermaga pada rute tersebut, terapi saat arus mudik dan balik kami operasikan dua di Tanjung Serdang dan dua dermaga di Batulicin untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa," kata Arif.

Dua dermaga yang berada di Batulicin sebenarnya diperuntukkan melayani rute Batulicin-Makasar dan Batulicin-Tanjung Serdang, namun berhubung kapal rute Makasar sudah berlayar menjuju pelabuhan tujuan maka pelabuhan tersbut kosong dan dimanfaatkan untuk melayani tujuan Tanjung Serdang.

Momen lebaran kali ini jumlah penumpang kapal feri tujuan Batulicin-Tanjung Serdang yang menggunakan kendaraan roda dua rata-rata mencapai 400-500 penumpang per hari. Sedangkan untuk kendaraan roda empat sekitar 70-80 penumpang per hari.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, PT ASDP Cabang Batulicin juga mengoperasikan enam unit kapal unuk melayani penumpang pada rute tersebut di antaranya empat unit milik ASDP dan dua unit kapal milik swasta.

Setiap unit kapal memiliki kapasitas penumpang kendaraan yang menggunakan roda dua sekitar 100 unit, sehingga ASDP memastikan meskipun ada lonjakan penumpang tidak akan menimbulkan antrean panjang kerena bisa terlayani dengan maksimal.

Salah satu pengguna jasa kapal dari Pelabuhan Tanjung Serdang menuju Batulicin, Ny Farah Diba, merasa puas atas manajemen pelayaran yang dikelola oleh PT ASDP Cabang Batulicin.

"Setibanya di Tanjung Serdang saya merasa kaget karena sudah ada calon penumpang lainnya hampir 100 pengendara yang menunggu untuk masuk ke dalam kapal. namun saat antre tidak ada 10 menit langsung terangkut semua bahkan saat perjalanan tidak sampai 40 menit sudah tiba di pelabuhan tujuan," katanya.

Dia mengatakan, meskipun banyak penumpang yang menggunakan kendaraan roda dua namun semuanya bisa terangkut hingga pelabuhan tujuan tanpa harus antre lama.

Pewarta: Imam Hanafi/Sujud Mariono

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019