Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat akan memasang jerat untuk buaya, terutama pada titik-titik yang sering menjadi tempat kemunculan buaya.

"Tindakan nyata dalam rangka mengevakuasi buaya agar hilang keresahan di masyarakat, pertama, adalah memasang jerat buaya, terutama di titik-titik kemunculan buaya," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di Kalbar, Jumat.

Baca juga: Buaya muncul, Wali Kota imbau warga tidak beraktivitas di Sungai Singkawang

Baca juga: Kantor Seksi Konservasi Singkawang luncurkan "Smart Patrol"

Selain itu, bersama instansi lainnya akan mendatangkan obat bius khusus buaya yang siap dipakai. Kemudian tindakan lainnya adalah memajang call center nomor-nomor instansi baik BKSDA, Polres, Pemkot yang siap dihubungi warga jika menemukan kemunculan buaya," katanya.

"Kita  mulai memasang jerat untuk buaya, Jumat (1/8) pagi. Kemudian akan melakukan konsultasi ke provinsi untuk mendapatkan senapan berisikan peluru bius, lalu mencari pawang buaya. Serta meminta laporan BKSDA data dan langkah apa saja yang nantinya bisa diambil," ujarnya.

Hal yang sangat penting adalah imbauan kepada warga terutama anak-anak untuk tidak bermain di bantaran sungai.

“Tentu langkah ini juga didukung warga sehingga dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan, karena kita sudah tahu ada video buaya yang sudah bisa memanjat tangga rumah warga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres Singkawang, AKBP Raymod M Masengi mengatakan, siap mendukung Wali Kota. Hal ini dikarenakan kehadiran buaya ini merupakan ancaman nyata di tengah masyarakat.

"Kami akan mengerahkan sumber daya yang ada untuk membantu tim mengatasi persoalan buaya yang meresahkan warga ini,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi Konservasi wilayah III Singkawang, Suparto mengatakan, pihaknya akan terus memantau bantaran sungai di Singkawang.

"Yang jelas, kita mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan keberadaan buaya di Sungai ini," katanya.

Dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya sudah mengimbau warga untuk tidak bermain di sekitar sungai.

"Seperti informasi yang kita dapatkan, bahwa kemunculan buaya biasanya pada pagi hari hingga pukul 10.00 WIB pagi. Mungkin waktu-waktu itu yang perlu diwaspadai,” pintanya.

Seorang warga, Jamaan Elvis Elwis, berterima kasih atas kedatangan Wali Kota Singkawang beserta jajaran, Kapolres Singkawang dan BKSDA Singkawang.

"Kita sangat berterima kasih atas kedatangan rombongan. Sehingga bisa dengan jelas dan nyata melihat kondisi warga dan keresahan warga akan adanya buaya di Sungai,” katanya.

Dia menyampaikan lingkungan bantaran sungai yang ditinjau Wali Kota Singkawang dan rombongan itu memang padat penduduknya, terutama anak-anak.

“Tentu upaya nyata perlu dilakukan, jangan sampai masalah buaya ini menimbulkan korban jiwa terutama penduduk di sekitar bantaran sungai,” ujarnya.




 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019