Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Amirullah menyatakan berbagai persoalan dan permasalahan dibahas pada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Pontianak.

"Salah satunya yang menjadi fokus pada FKPD tadi, yakni isu genangan air, kemacetan lalu lintas, serta pengangguran yang terjadi di Kota Pontianak," kata Amirullah di Pontianak, Selasa.

Ia menambahkan, isu-isu atau permasalahan itu, menjadi fokus dalam dialog FKPD Kota Pontianak, karena rutin terjadi, seperti genangan air terjadi di musim penghujan.

Sehingga, menurut dia dengan digelarnya dialog FKPD tersebut, maka pihaknya dalam rangka mencari masukan dan saran-saran dari intansi terkait dalam mengatasinya, sehingga ke depannya tidak terulang lagi.

"Hal tersebut dilakukan untuk kemajuan pembangunan berbagai bidang di Pontianak, dan sebagai rencana kerja kami (Bapeda Kota Pontianak) dalam membangun Pontianak lebih maju lagi ke depannya," jelasnya.

Dia berharap, dengan dialog tersebut, maka Pemkot Pontianak bisa membangun dibidang apapun dengan skala prioritas, misalnya dalam menangani masalah kemacetan lalu lintas, penanganan masalah genangan air di Kota Pontianak ketika memasuki musim penghujan dan lain sebagainya.

Sementara Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyatakan dukungannya, kepada Pemkot Pontianak yang akan memprioritaskan Musrenbang tingkat kota dalam penanggulangan banjir di kota itu.

"Dalam Musrenbang kali ini, kami lebih memprioritaskan pada penanggulangan masalah banjir di Kota Pontianak," ujarnya.

Dalam beberapa kali kesempatan, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, wilayah Kota Pontianak belum masuk dalam kategori banjir, tetapi masih merupakan genangan. Diakuinya, hal itu terjadi lantaran letak geografis kota ini persis terbelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Kondisi dataran rendah atau flat menyebabkan terjadinya genangan yang diakibatkan air pasang yang tinggi. Hampir 65 persen kawasan kota tergenang saat permukaan air pasang tinggi. Hal itu diperparah saat terjadi hujan dengan intensitas yang besar. "Sehingga mengakibatkan genangan semakin meluas dan lebih dalam," ungkap Edi.

Dirinya berpendapat, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya genangan di Kota Pontianak, diantaranya adalah air pasang, intensitas curah hujan yang tinggi dan fungsi drainase.

 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020