Gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kalbar menyerahkan sejumlah bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Kalbar untuk kemudian diserahkan ke rumah sakit rujukan pemerintah.

"Sejumlah bantuan berupa APD merupakan hasil patungan dari BUMN yang ada di Kalbar sebagai bentuk kepedulian dan peran kita untuk penanganan COVID-19 di Kalbar," ujar Koordinator Satuan Tugas Bencana Nasional BUMN Provinsi Kalbar, Anas Safriatna saat penyerahan bantuan di Posko Penanganan COVID-19 Kalbar di Pontianak, Selasa.

Ia menyebutkan bantuan APD tersebut sekitar 9.635 unit mulai dari rapid test, masker, baju, sarung tangan, kaca mata, hand sanitizer dan lainnya.

Baca juga: Gabungan BUMN di Kalbar sinergi tangani COVID-19

"Khusus untuk rapid test kita sediakan 1.000 unit di Kalbar. Sebagian bantuan dalam pengadaan dan sebagian sudah langsung kita berikan. Kita tahu untuk APD ini butuh waktu untuk memperolehnya karena permintaan banyak," kata dia.

Pihaknya dari perusahaan plat merah berharap APD yang ada dapat membantu tenaga medis atau pihak yang terlibat penuh dalam penangan COVID -19.

"Semoga ini dapat membantu dan sudah saatnya bersama bahu - membahu mengatasi wabah COVID-19," harap dia.

Dalam penyerahan bantuan APD dari gabungan BUMN di Kalbar tersebut langsung diterima oleh Sekda Kalbar yang juga merupakan Ketua Harian Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Kalbar, AL Leysandri yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison.

AL Leysandri pada kesempatan itu sangat menyambut baik dan berterimakasih kepada gabungan BUMN yang ada di Kalbar yang telah peduli dan berpartisipasi dalam penanganan COVID- 19.

Baca juga: ANTARA di Kapuas Hulu berbagi sembako ke warga tidak mampu

"Saya mewakili Gubernur Kalbar yang merupakan Ketua Gugus Tugas Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalbar mengucapkan bantuan berupa APD ini. Memang APD ini sangat dibutuhkan," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa APD di Kalbar tentu sangat banyak dibutuhkan dan perlu semua pihak untuk memenuhinya. Menurutnya jika hanya mengandalkan APBD dalam penanganan COVID-19 maka akan sangat berat karena anggaran tentu terbatas.

"Nah, soal penangan COVID-19 ini butuh peran semua pihak dan harus bahu - membahu. Kita sangat butuh banyak APD sebab kita tidak tahu sampai kapan wabah ini. APD harus kita penuhi," jelas dia.

Ia berharap ke depan gabungan BUMN terus berpartisipasi dalam penanganan COVID-19. Sehingga penangan semakin maksimal.

"Jadi ke depan kerja sama sangat dibutuhkan kerja sama lagi karena pasca COVID-19 ini tentunya perlu menjadi perhatian. Semoga wabah ini berlalu," harapnya.


   

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020