Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan penghargaan kepada sembilan kabupaten/kota, perangkat daerah, perusahaan, serta individu berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja pelayanan publik, pelestarian budaya, olahraga, dan tata kelola pemerintahan sepanjang 2025.

“Seluruh penghargaan ini adalah bukti bahwa pembangunan Kalimantan Barat berjalan secara menyeluruh, mulai dari layanan publik, kesehatan, budaya hingga hak asasi manusia. Ini hasil sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak pada peringatan hari jadi ke-69 Pemprov Kalbar di Pontianak, Rabu.

Ria Norsan menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan di Kalbar berjalan merata dan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia menyebut penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi di setiap daerah.

Dalam kategori tata kelola pemerintahan, Kota Pontianak meraih peringkat pertama Pengawasan Kearsipan Eksternal kabupaten/kota se-Kalbar dengan kategori A (memuaskan). Kabupaten Landak menempati peringkat kedua.

Sementara pada program nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Kabupaten Mempawah meraih peringkat pertama, disusul Kapuas Hulu di posisi kedua dan Pontianak di peringkat ketiga.

Untuk tingkat perangkat daerah provinsi, Dinas PUPR Kalbar mendapat penghargaan Pengawasan Kearsipan Internal kategori A, sedangkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dinilai taat dan tepat waktu dalam pelaporan pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Sejumlah daerah juga menerima pengakuan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dari Kementerian Kebudayaan.

Pontianak mendapat pengakuan untuk Kue Batang Burok dan Tari Timang Banjar. Mempawah untuk Aek Serbat, Dokok-Dokok Telanjang, dan Cengkaruk. Singkawang untuk Kasai Langger, Wayang Gantung, dan Besam-sam. Kubu Raya untuk Jepin Langkah Jarom Mesen dan Ritual Penok-Penok Bugis. Kapuas Hulu untuk Tenun Kebat Dayak Iban. Ketapang untuk Tengkuyung Berambeh serta Ritual Baboretn Dayak Simpakng. Sintang mencatat empat budaya sekaligus, di antaranya Tuak Pekejang dan Gawai Ngamik Semengat Padi, dan Kayong Utara untuk Kengkarangan Simpang Matan.

Beberapa kabupaten juga menerima penghargaan penyelenggaraan nama rupabumi unsur alami, buatan, dan warisan budaya tingkat provinsi.

Pemprov Kalbar turut memberikan penghargaan kepada perusahaan atas kontribusi sosial dan dukungan ketertiban umum, antara lain PT Harita Bauxite, PT Jamkrida Kalbar, Perusda Aneka Usaha, CW Coffee, dan Wk. Asiang. 

Penghargaan Program GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) diserahkan kepada PT Borneo Alumina Indonesia, Bank Syariah Indonesia KC Pontianak Abdurrahman, dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sintang.

Di sektor olahraga, sejumlah atlet dan pelatih Kalbar diapresiasi atas prestasi di tingkat nasional, termasuk peraih medali emas pada FORNAS, PORNAS KORPRI, PON Beladiri, hingga Pekan Paralimpik Pelajar Nasional dari cabang tarung derajat, gateball, dan para renang.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada pemenang Pesparani Kalbar, kontributor karya tulis ilmiah BPSDM, serta tokoh pengarusutamaan gender.

Gubernur Norsan berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini bukan akhir, tapi pijakan untuk bekerja lebih baik lagi. Kita ingin Kalbar semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-69 Pemprov Kalbar yang juga diisi peresmian sejumlah proyek strategis infrastruktur publik.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemprov Kalbar di halaman Kantor Gubernur, Pontianak.

 



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026