Sebanyak 7.237 warga Kalimantan Barat dinyatakan lulus Program Kartu Prakerja gelombang 1 dan 2 di mana mereka akan mendapatkan manfaat dari program pemerintah pusat tersebut.

"Ada 7.237 ribu orang di Kalbar yang lulus program Kartu Prakerja gelombang 1 dan 2. Dari 7.237 orang yang telah dinyatakan lolos. Sebanyak 2.627 orang merupakan gelombang pertama kemudian 4.610 orang gelombang kedua," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Ignasius di Pontianak, Minggu.

Ignasius menyatakan angka ini tidak kalah banyak dibandingkan dengan wilayah di Kalimantan. Sedangkan di Kalteng peserta yang lulus program Kartu Pra Kerja sebanyak 6.190  orang, di Kalimantan Utara sebanyak 2.923 orang.

"Kemudian di Kalsel sebanyak 7.129 orang dan di Kaltim sebanyak 7.482 orang yang telah dinyatakan lulus," tuturnya.

Kemudian, lanjut Ignasius untuk rencana program yang akan dilakukan untuk penerima Kartu Pra Kerja sudah direncakan oleh Kemenaker yang akan menghimpun data Ia menuturkan perkembangan terakhir otoritasnya ada di Project Manajemen Office (PMO) yang khusus menangani Kartu Pra Kerja.

"Jadi untuk rencana program di tiap provinsi itu dari mereka langsung dan semuanya ditangani langsung oleh PMO yang dibentuk oleh Kemenko Perekonomian," katanya.

Seperti diketahui, baru-baru ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan realisasi pencairan dana Program Kartu Prakerja hingga 28 April 2020 sebesar Rp1,62 triliun. Dana itu dibagikan kepada 456.265 peserta.

Ia menyatakan dana yang dicairkan ini merupakan biaya pelatihan peserta Program Kartu Prakerja sekaligus insentif pascapelatihan. Masing-masing peserta mendapatkan jatah sebesar Rp1 juta untuk biaya pelatihan dan Rp600 ribu selama empat bulan untuk insentif pasca pelatihan.

"Pelatihan yang diikuti termurah Rp24 ribu ini dibeli 42 orang. Harga pelatihan termahal Rp1 juta ini dibeli 22 ribu orang," tutur Sri Mulyani.

Kemudian, pelatihan yang paling banyak diminati adalah Bahasa Inggris. Total peserta yang memilih pelatihan itu mencapai 6.834 orang.

"Ini kan ada yang termurah, tidak semua Rp1 juta. Kalau hanya digunakan misalnya Rp300 ribu nanti sisanya Rp700 ribu kembali ke pemerintah," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020