Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengeluhkan biaya pengadaan alat kesehatan yang mahal serta terkadang tidak sesuai dengan e-katalog dalam pengadaan barang.

"Alkes untuk penanganan COVID-19, seperti alat tes cepat yang sebelumnya susah di dapatkan dan mahal, namun sekarang harganya menjadi murah dan ini juga jadi masalah," kata Sutarmidji di Pontianak, Kamis.

Selain itu, masker kalau di e-katalog misalnya Rp300 ribu sekarang bisa satu juta rupiah lebih. "Ini juga masalah karena bagi kita tidak ada transparan. Kalau saya akan transparan untuk belanja alat COVID-19 ini, saya juga minta Korsupgah KPK tegas saja kalo ada penyimpangan," tuturnya.
 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020