Kondisi kelistrikan di Kalimantan khususnya pada Kalimantan Barat memiliki tingkat kerawanan gangguan yang berasal dari kondisi alam.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara dari Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat, kondisi alam menjadi faktor gangguan beberapa kali, misalnya pertumbuhan pohon liar yang mengganggu jaringan.

Sebelumnya, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan pada tahun 2019 ada terjadinya gangguan karena bencana alam dan gangguan pembangkit listrik setempat.

Terkait pasokan listrik, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat, Ari Dartomo, dalam info resmi PLN menjelaskan layanan premium memang didedikasikan untuk mendorong pertumbuhan dunia bisnis dan industri di Kalimantan Barat. Kualitas layanan yang prima diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha.

PLN telah membangun jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) masing-masing sepanjang 28 kilometer sirkuit (kms) untuk mejamin salah satu posokan perusahaan sawit di provinsi tersebut.

PLN juga memasang alat Automatic Change Over Switch (ACOS) yang berfungsi secara otomatis memindahkan aliran listrik ke penyulang lainnya jika terjadi gangguan pada penyulang utama.

Selain itu, PLN juga terus menggenjot pengerjaan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Ketapang – Kendawangan dan SUTT 150 kV Tayan – Sanggau di Provinsi Kalimantan Barat.

Saat ini, pembangunan SUTT 150 kV Ketapang – Kendawangan yang berada di sisi selatan Kalimantan Barat saat ini telah mendapatkan Rekomendasi Laik Bertegangan dalam Rangka Pengujian Sistem (RLBPS), sebagai tahapan sebelum jaringan transmisi tersebut dapat beroperasi penuh.

SUTT 150 kV Ketapang – Kendawangan 150 kV yang berada di sisi Kalimantan Barat memilki 189 tower, membentang sepanjang 65,73 km melintasi 14 desa, 3 kecamatan, dan 1 kabupaten. Saat ini, jaringan tersebut telah mendapatkan Rekomendasi Laik Bertegangan dalam Rangka Pengujian Sistem (RLBPS). Jaringan transmisi ini akan terhubung ke SUTT 150 kV Ketapang – Sukadana melalui Gardu Induk (GI) 150 kV Ketapang yang terlebih dahulu telah selesai dibangun.
 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020