Direktur Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Muhammad Toasin A terus mendorong hasil penelitian dosen di kampusnya menjadi produk sehingga memberikan dampak luas bagi masyarakat.

"Sekarang konsep Polnep adalah ahlinya. Berbagai penelitian dosen didorong untuk hilirisasi menjadi produk, kemudian dikembangkan dan dipasarkan," ujarnya di Pontianak, Minggu.

Perguruan tinggi, tambahnya,  dalam mengembangkan produk perlu menggandeng berbagai pihak termasuk swasta.

"Kita masih satuan kerja belum Badan Layanan Umum. Sehingga dalam pengembangan produk hingga ke pemasaran belum leluasa. Perlu kerja sama atau melibatkan berbagai pihak termasuk swasta," katanya.

Menurutnya sejauh ini berapa hasil penelitian dosen Polnep mendapat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), seperti di bidang pertanian berupa serat organik yang bisa menggantikan plastik. Kemudian di perikanan produk pakan apung dan beberapa produk lainnya.

"Jadi produk yang sudah kita hasilkan dikerjasamakan dengan pihak swasta untuk produksi massal. Sehingga produk tersebut bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat," kata dia.

Di Polnep, tambahnya, juga ada Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). UMKM yang perlu memaksimalkan potensi dan pengemasan serta sebagai fasilitator
pembiayaan bisa melalui IBT.

"Polnep akan menjadi pusat teknologi dan inovasi serta kreativitas di Kallbar. Saat ini juga kita ada pengembangan kopi di bidang pertanian. Sedangkan di bidang teknologi juga tengah membuat drone atau pesawat tanpa awak," katanya..

Baru - baru ini Polnep juga membangun kerjasama dengan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Kalbar, Perusda Aneka Usaha dalam rangka menggali potensi dan memberdayakan SDM daerah agar lebih maksimal.

Ia menjelaskan kerjasama nantinya yang akan digarap seperti pendayagunaan cold stroge, dibukanya pabrik pengolahan oli bekas jadi solar.

"Perusda Aneka Usaha juga bisa menjadi tempat magang kerja bagi para mahasiswa Polnep," katanya.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020