Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, pihaknya mendorong, para pelaku usaha untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kami (Pemkot Pontianak) siap membantu dan bekerjasama dengan para pelaku usaha dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata yang saat ini sangat terdampak pandemi COVID-19," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Senin.

Dia menjelaskan, pandemi COVID-19 sangat berdampak pada iklim pariwisata, termasuk di Kota Pontianak, sehingga sektor pariwisata dan hotel bukan hanya turun tetapi 'ambruk'.

"Terutama sektor hotel, karena dengan adanya pandemi, maka tingkat hunian hotel di Kota Pontianak menjadi sepi, karena tidak adanya kunjungan wisatawan dari luar," katanya.

Tetapi, dengan diberlakukannya kebiasaan baru sejak Juli 2020 kemarin, maka aktivitas mulai berjalan, meskipun belum sepenuhnya normal kembali sebelum pandemi COVID-19, kata Edi.

"Sudah menjadi sifat manusia yang sangat membutuhkan berwisata dalam menghibur diri, sehingga hal itu bisa dijadikan peluang untuk kembali menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi itu semua harus dilakukan dan selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker, jaga jarak aman dan selalu mencuci tangan dengan sabun," ujarnya.

Sehingga, dia berharap kepada pelaku-pelaku usaha bisa melihat peluang yang ada, sehingga bisa atau mampu menggerakkan perekonomian dampak dari pandemi COVID-19, kata Edi.

"Tentunya rasa aman, nyaman dan kebersihan juga harus tetap dijaga dalam memajukan sektor pariwisata, meskipun yang berkunjung itu masih wisatawan lokal," ujarnya.

Apalagi, menurut dia, Pontianak terkenal dengan Sungai Kapuas yang merupakan ikon Kota Pontianak, karena merupakan sungai terpanjang di seluruh Indonesia.

"Selain itu, juga dibutuhkan saling menunjang dengan kabupaten/kota lainnya dalam memajukan sektor pariwisata, seperti Kota Singkawang yang terkenal dengan "Kota Seribu Kelenteng" kemudian "Kota Amoy" dan terkenal dengan aktraksi tatung saat merayakan Imlek dan Cap Go Meh," ujar Edi.
 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020