Korps Marinir TNI AL mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan untuk membantu penanggulangan bencana banjir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
 
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, mengatakan pemberangkatan personel tersebut sesuai dengan perintah langsung dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
 
"Mengirimkan 27 Prajurit Korps Marinir TNI AL untuk melaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana Banjir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan," kata dia.
 
Komandan Satgas (Dansatgas) Kapten Marinir Heri S yang sehari-hari menjabat sebagai Pasiops Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir (Yontaifib 1 Mar) memimpin pengecekan terakhir personel dan material yang diberangkatkan.

 
Seluruh personel berikut perlengkapan diterbangkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, menggunakan pesawat angkut A-I327 Hercules TNI Angkatan Udara. Waktu keberangkatan pukul 05.10 WIB.
 
Perlengkapan yang dibawa pada Satgas Kemanusiaan kali ini antara lain, perahu karet 8 buah, motor tempel (mopel) 8 buah, tangki bahan bakar 16 buah, dayung 32 buah alat selam 4 set, alat mountenering 2 set, HT Motorolla 12 set, serta swimvest 27 buah.
 
Satgas itu menurut Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono merupakan panggilan tugas dari ibu pertiwi, untuk membantu saudara-saudara sebangsa membutuhkan pertolongan.
 
"Ini menuntut kesigapan kalian, kesiapan kalian dan keikhlasan kalian untuk melaksanakan tugas," ucapnya.
 
Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono juga menekankan kepada personil Satgas untuk selalu tetap menerapkan protokol kesehatan selama di medan penugasan.
 
Bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak 10 Januari 2021 lalu, setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
 
Kemudian, pada Kamis 14 Januari 2021 banjir bahkan memutus akses ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan yang menghubungkan antarkabupaten dan kota setelah oprit jembatan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar terputus.
 
Diketahui, jalan itu merupakan akses utama dari Kota Banjarmasin menuju kawasan Hulu Sungai di Kalsel seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.
 
"Kami sudah mengkoordinasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banjarmasin untuk segera memulihkan dengan memasang sheet file di jalan sehingga bisa dilintasi untuk sementara," ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Mokhammad Hilman.
 
Dikatakan, saat ini tindakan darurat penanganan terus dilakukan agar jalan nasional yang menjadi akses utama antar kabupaten dan kota itu dilintasi terutama sebagai jalur evakuasi dan mobilisasi logistik.

Pewarta: Boyke Ledy Watra

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021