Direktur Pelaksana Qara’a Indonesia Ahmad Kamel mengatakan, pihaknya telah melakukan pembaruan dengan merilis fitur baru "Adzan Project" pada Aplikasi belajar Al-Quran Qara'a.

"Pada fitur baru ini, kami memberikan pilihan muadzin dari beberapa ustadz dan artis. Alhamdulillah, kita terus melakukan pembaruan karena perkembangan Qara'a dari tahun ke tahun mulai dari hanya fitur Quran kemudian penambahan Zakat hingga Fasih dan saat ini sudah ada penambahan Adzan project, pengguna aplikasi bisa memilih muadzin dari beberapa ustad dan artis," kata Kamel saat memberikan keterangan pers di Pontianak, Minggu.

Fitur Adzan project berkolaborasi dengan beberapa ustad dan artis di antaranya Natta Reza, Rizal Armada, Ifan Govinda, Cupink Topan, Ustaz Syawal Mubarak, Ifan Seventeen dan Umaru Takaeda.

Sementara itu Rizal Armada sebagai pencetus fitur tersebut mengatakan adanya ide Adzan Project ini berawal dari grup santri nada dan dakwah yang dibimbing langsung oleh Ustadz Lukqmanulhakim.

"Kami dari penyanyi tergabung di grup santri nada dan dakwah yang dibimbing langsung Ustadz Luqmanulhakim izin ke ustadz Luqman aplikasi Qara'a ini kan termasuk santri ustadz Luqman, selama ini kan kami cuma di atas panggung nyanyi dan sebagainya, kami bertanya bolehkan kami bersinergi tetap dengan suara tapi bentuknya adzan," katanya.

Dirinya mengatakan ingin bersama-sama bersinergi dengan dakwah lewat adzan. "Tercetusnya ide ini selama ini kami menggunakan apa yang Allah kasi lewat pita suara untuk menghibur orang, kami mencoba berikhtiar sebagai bentuk syukur kami dari apa yang Allah berikan dengan dakwah lewat adzan," ujarnya.

Qara'a sebagai kategori aplikasi pendidikan saat ini menjadi salah satu aplikasi terlaris yang banyak diminati di Goole Play Store.

"Alhamdulillah Qara'a sebagai kategori aplikasi pendidikan menduduki peringkat keenam aplikasi terlaris, ada 450.000 pengguna aktif dalam sebulannya," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora, Yunita dan Sucia

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021