Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat akan mengemas karnaval air yang merupakan rangkaian napak tilas perjalanan Sultan Pontianak I, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang digelar pihak Istana Kadriah Kesultanan Pontianak menjadi agenda wisata tahunan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Rabu mengatakan karnaval air yang merupakan rangkaian napak tilas perjalanan Sultan Pontianak I, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, merupakan sejarah awal berdirinya Kota Pontianak dalam rangka Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak.

Dia menjelaskan, selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar ziarah ke Makam Batu Layang setiap tahunnya pada Hari Jadi Kota Pontianak. Namun tahun ini pihaknya mulai berkolaborasi dengan Kesultanan Kadriah untuk bersama-sama melaksanakan ziarah yang dikemas dalam napak tilas sehingga tidak hanya sekadar seremonial saja.

"Akan tetapi ada rangkaian napak tilas seperti karnaval tadi yang menyusuri Sungai Kapuas, Insya Allah tahun depan akan kita selenggarakan lebih besar lagi, baik peserta, anggaran maupun kreativitasnya," ujarnya.

Ia berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan wisata yang cukup besar dengan dikemas secara matang dan lebih baik lagi.

Baca juga: Lomba Foto Adventure Tourism diharapkan warnai pariwisata tanah air

Karnaval susur sungai ini merupakan kilas balik awal berdirinya Kota Pontianak. Edi berharap napak tilas dan karnaval ini tidak hanya diikuti Kesultanan dan jajaran Pemkot Pontianak, tetapi juga mengikutsertakan tamu-tamu dari luar.

"Bukan hanya melibatkan Kota Pontianak saja, akan tetapi bahkan bisa mengundang dari provinsi lain untuk bisa bersama-sama mengikuti karnaval dan ziarah kubur," ujarnya.

Dirinya berharap karnaval dan napak tilas ini bisa menjadi sebuah event wisata yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pihaknya berencana akan mulai mempersiapkan agenda ini di tahun 2022.

"Mudah-mudahan pandemi COVID-19 benar-benar hilang dan menjadi endemi, sehingga tahun depan bisa lebih meriah lagi," harapnya.

Sementara itu, pantauan ANTARA, iring-iringan lima kapal beserta belasan sampan dengan berbagai hiasan berkarnaval menyusuri Sungai Kapuas menjadi sebuah pemandangan atraktif.

Kapal dan sampan tersebut ditumpangi oleh para peserta karnaval berpakaian khas Melayu Pontianak, yakni telok belanga bagi laki-laki dan baju kurung dikenakan perempuan.

Karnaval menyusuri Sungai Kapuas ini merupakan rangkaian Napak Tilas Perjalanan Sultan Pontianak I, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang digelar Istana Kadriah Kesultanan Pontianak.

Rombongan karnaval kapal dan sampan tersebut memulai perjalanan dari dermaga di tepian sungai Istana Kadriah menuju ke Makam Batu Layang untuk berziarah ke Makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Sementara itu, Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie menjelaskan, ziarah makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ini memang merupakan agenda rutin Kesultanan Kadriah setiap memperingati Hari Jadi Kota Pontianak.

"Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang mana ziarah dilakukan melalui jalur darat, tahun ini, ziarah dilaksanakan melalui sungai dengan menggunakan kapal dari Istana Kadriah menuju Makam Batu Layang," katanya.

Baca juga: Personel TMMD gelar karya bhakti bersihkan tempat wisata Air Terjun Gurung Rusa
Baca juga: Turis Malaysia ditemukan meninggal saat ikut wisata air di Bali
Baca juga: Wings Air buka rute penerbangan baru Ambon - Namlea
 

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021