Tim Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang sedang melakukan verifikasi lapangan ke Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapati masyarakat setempat yang ingin menyampaikan terima kasih dan mengirimkan salam sayang kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Warga Lombok tersebut adalah Sabarudin dan Suinah, yang mendapat bantuan pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarunta) untuk memanfaatkan dampak dari Mandalika, yang dikelilingi destinasi wisata super prioritas, sebagaimana siaran pers KSP diterima di Jakarta, Senin.

Selain itu, berlangsungnya penyelenggaraan ajang balap motor internasional World Superbike (WSBK) di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, juga turut memberikan dampak sosial ekonomi bagi warga setempat.

Ketika mengetahui kedatangan tim verifikasi lapangan KSP yang tiba tanpa pemberitahuan, Suinah terlihat terkejut.

"Wah boleh Ibu peluk Mbak?" kata Suinah kepada tim KSP.

Sembari mengucapkan terima kasih, Suinah berpesan kepada tim KSP sambil menangis haru. Suinah ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena dirinya memperoleh bantuan sehingga bisa membangun rumah yang layak untuk dijadikan Sarunta.



"Sampaikan salam sayang kami kepada bapak Presiden. Rumah kami sebelumnya sangat kumuh. Setelah dibantu oleh Bapak Presiden, rumah Ibu sekarang bagus. Kalo biaya sendiri kami tidak mungkin bangun seperti ini. Kami hanya petani jagung dan rumput laut," ujarnya.

Pemilik Sarunta yang lain, Sabarudin, mengatakan bahwa selain dibangunkan rumah, masyarakat juga diberi kebebasan untuk membuka usaha dengan menyewakan kamar.

"Isi perabot kamar ini juga dibantu pemerintah. Ini sudah ada yang menyewa, kami sewakan Rp150 ribu per malam. Tapi kami baru pasang AC walau bayarnya masih kredit. Kalau sudah pasang AC nanti harga sewanya bisa Rp250-Rp300 ribu per-malam. ini bisa jadi tabungan kami karena kan saya sudah tua makin lama makin tidak ada tenaga jadi petani. Sampaikan terima kasih kepada bapak Jokowi atas kasih sayangnya sudah memperhatikan kami. Tidak ada Presiden yang pernah membantu kami seperti ini. Beliau satu-satunya," ujar Sabarudin.

Ia mengaku selain dirinya, anak dan mertuanya juga mendapatkan bantuan serupa. Mereka mendapatkan pelatihan bagaimana melayani tamu dan merawat kebersihan rumah agar menarik dan bisa disewakan

Sarunta milik Suinah dan Sabarudin terletak di Dusun Bangah, Desa Sengkol, Pujuk, Lombok Tengah.

Sebanyak 50 sarunta dibangun di Desa Sengkol dengan biaya perbaikan rumah berkisar antara Rp90 juta hingga Rp115 juta setiap bangunan rumah.

Adapun, secara total terdapat 398 Sarunta yang telah dibangun pemerintah melalui Kementerian PUPR di berbagai daerah di Pulau Lombok, NTB.

Dalam verifikasi lapangan tersebut, KSP juga menanyakan tanggapan masyarakat yang ikut menonton WSBK di Mandalika.

"Saya terharu sekali dan bangga sebagai putra daerah. Saya tidak menyangka daerah yang dulu berupa rawa-rawa ini sekarang jadi perhatian dunia. Biasanya saya lihat event olahraga bergengsi di luar negeri melalui TV, tapi sekarang saya bisa lihat pakai mata kepala saya sendiri di kampung halaman saya. Luar biasa. Saya sangat bersyukur terima kasih Pak Presiden," ujar Solihin, warga Lombok tengah.

Solihin juga bangga karena daerahnya punya talenta-talenta pembalap motor.

"Semoga dengan adanya sirkuit Mandalika nanti bisa memunculkan talenta-talenta pembalap motor dari NTB," ujarnya.
 

Pewarta: Indra Arief Pribadi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021