Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat mengirimkan 2.000 paket bantuan untuk korban banjir di Sintang dan Sekadau.

"Muhammadiyah Kalbar selalu berkomitmen membantu korban banjir dengan mengirimkan tenaga kesehatan, 1.000 paket sembako 1.000 paket higyene kit,"ujar Sekretaris PW Muhammadiyah Kalbar Ahmad Zaini di Pontianak, Jumat.

Sementara itu, Ketua Tanggap Bencana Banjir Posko Wilayah Muhammadiyah Kalbar Nurhadiantio, menambahkan 1.000 paket sembako, per paketnya terdiri dari gula, beras, kecap, minyak dan ikan kaleng sarden. Kemudian 1.000 paket lainnya berisi pembersih lantai, pencuci piring, sikat gigi, sabun ,detergen dan pembalut wanita.

Selain bantuan paket sembako, Muhammadiyah juga mengirimkan tenaga kesehatan untuk ditugaskan di Sintang dan Sekadau.

"Total 2.000 paket dan 10 orang tenaga kesehatan, dua dokter, delapan perawat," ujarnya.

Bukan hanya paket bantuan yang dikirim Muhammadiyah Kalbar. Mereka juga mengirimkan dana Rp400 juta untuk penanganan banjir.

"Bantuan dana itu telah kami salurkan melalui Lazismu Kalbar," tuturnya.

Selama bencana banjir yang terjadi di Kalbar, Muhamadiyah telah membantu 5.000 jiwa korban banjir Sekadau dan Sintang. Bantuan tersebut, seperti materi, logistik, layanan pembersihan fasilitas umum, pembangunan pos pengungsian dan dapur umum.

"Bantuan ini juga dibantu oleh PP Muhammadiyah yang terus mengirimkan tenaga medis, PP Muhammadiyah juga akan terus mengirimkan sukarelawan untuk membantu banjir di Kalbar," ujarnya.

Bantuan yang diberikan Muhammadiyah merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan kepedulian Muhammadiyah terhadap para korban. Menurut Nurhadianto Muhammadiyah sebagai perwakilan dari umat Islam yang memiliki watak Al-Ma'un dan Ta'awun, yaitu untuk saling tolong menolong dalam kebaikan.

"Muhammadiyah ketika membantu masyarakat yang terkena bencana itu tidak pernah membeda-bedakan, tanpa melihat suku, agama dan ras. Kita harus bekerja sama dalam kebaikan untuk kepentingan kemaslahatan negeri," kata dia.

Pewarta: Dedi /Ponco

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021