Wali Kota Pontianak  Edi Rusdi Kamtono kembali mengingatkan potensi air pasang tinggi di Sungai Kapuas  sebagai pengaruh tingginya air pasang laut sehingga daerah rendah di Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat terancam banjir.

"Air pasang tinggi menurut BMKG Maritim Pontianak diperkirakan puncaknya pada 5 dan 6 Januari 2022, dengan ketinggian maksimal 1,8 meter dari muka air rata-rata," kata Edi Rusdi Kamtono dalam keterangan tertulis di Pontianak, Selasa.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan hujan lebat berpotensi di beberapa provinsi

Sehingga dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada akan potensi terjadinya genangan air di kawasan-kawasan rendah di Kota Pontianak dan sekitarnya.

"Menurut data BMKG Maritim Pontianak, air pasang mulai terjadi pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB," ujarnya.

Baca juga: Banjir rob pesisir Kalbar diperkirakan sampai 15 Desember

Dia meminta kepada masyarakat Kota Pontianak agar tetap waspada, apalagi kalau pasang air Sungai Kapuas diiringi dengan turunnya hujan lebat sehingga berpotensi terjadinya genangan air.

"Semoga air pasang tidak berbarengan dengan turunnya hujan, sehingga air di Sungai Kapuas cepat surut begitu air pasang air laut juga surut," katanya.

Baca juga: Banjir rob rendam rumah warga di pesisir Sungai Kapuas

Sementara itu, Dela salah seorang warga Jalan Adisucipto, Gang Durian, Kabupaten Kubu Raya yang berbatasan dengan Kota Pontianak menyatakan, air pasang tinggi dari Sungai Kapuas sudah terjadi dua hari ini.

"Ketinggian air pasang sudah selutut orang dewasa sehingga sedikit lagi air mulai masuk rumah kami," ujar Dela.

Baca juga: BMKG Supadio perkirakan potensi banjir rob terjadi hingga 11 Desember

Menurut dia, warga sekitar Gang Durian sudah terbiasa dengan kejadian alam, berupa air pasang tinggi itu, karena lokasinya memang dekat dengan Sungai Kapuas. "Meskipun begitu kami selalu waspada dengan menyimpan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi agar tidak ikut terendam air pasang," ujar salah seorang mahasiswi di Universitas Tanjungpura Pontianak itu.

Dia juga berharap, air pasang tidak sampai masuk ke rumah. "Karena kalau sampai masuk, maka akan capek membersihkannya setelah air surut," ujarnya.



 

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022