Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi menargetkan bahwa pada 2022 pihaknya sudah bisa menghadirkan bank devisa sebagai upaya menangkap peluang hadirnya Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah.

"Sebelumnya dan saat masih sebagian ekspor Kalbar masih melalui pintu luar Kalbar baik melalui DKI Jakarta, Batam dan Lampung. Nah, Kalbar saat ini meski masih dalam skala perlu dimaksimalkan dalam hal ekspor melalui Pelabuhan Kijing di Mempawah bisa menjadi peluang Bank Kalbar untuk menghadirkan bank devisa sebagai sarana transaksi kegiatan jual-beli secara keseluruhan dengan menggunakan mata uang asing hingga ke luar negeri," ujarnya di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan bank devisa melingkupi pembayaran ke luar negeri dan jual-beli valuta asing. Kemudian bank devisa dapat menerima tabungan valas, mengirim dan menerima transfer dan inkaso valas, melakukan jual beli valas, melayani pembukaan dan pembayaran L/C, dan melayani lalu lintas pembayaran dalam dan luar negeri.

"Untuk itu kami dipersyaratkan kerja sama dengan Pelindo dan Bea Cukai dalam hal transaksi. Jadi ke depan kita bukan lagi penonton terkait pembayaran ke luar negeri dan jual-beli valuta asing," kata dia.

Menurutnya, hadirnya bank devisa juga mengakomodir keinginan daerah. Sehingga urusan transaksi ekspor tercatat di Bank Kalbar.

"Bank devisa juga hadir ini mengakomodir keinginan pemerintah daerah. Semua akan berdampak luas bagi daerah ke depannya," jelas dia.

Terkait persiapan dan sejauh mana prosesnya, pihaknya sudah merekrut  pegawai dan pejabat melalui seleksi dan disesuaikan dengan kriteria tersendiri. Kemudian pihaknya sudah membentuk tim untuk memproses agar menjadi bank devisa.

"Kami juga sudah menggandeng konsultan dan melakukan studi kelayakan. Bagaimana semua 2022 ini sudah rampung bank devisa," kata dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022